GenPI.co - Islah Bahrawi mengungkap dugaan peran Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait ketidakhadiran Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) saat dipanggil Pansus Haji DPR Tahun 2024.
Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) itu mengaku sempat mendatangi Gus Yaqut saat muncul adanya Pansus Haji DPR.
“Saya datang ke Gus Yaqut, karena saya lihat Gus Yaqut berat banget datang ke Pansus,” katanya melalui video Akbar Faizal, melalui akun X yang dikutip Kamis (15/1).
Dia mengungkapkan pada waktu yang sama, ada konferensi perdamaian dunia di Prancis yang dibuka Presiden Emmanuel Macron dan mengundang Presiden Jokowi.
“Jokowi memberi delegasi Indonesia kepada Kementerian Pertahanan. Karena, bicara mengenai perdamaian dunia,” ujarnya.
Kemudian, Gus Yaqut mendatangi Jokowi untuk menanyakan, apakah harus datang memenuhi panggilan Pansus Haji di DPR atau tidak.
Bahrawi menyampaikan Gus Yaqut akan menceritakan apa yang dialami dengan jujur kepada DPR, jika diizinkan Jokowi untuk datang ke Pansus.
“Jokowi membuat surat reposisi dari (Menhan) Prabowo ke Gus Yaqut, selaku Menteri Agama, untuk ikut konferensi perdamaian dunia,” tuturnya.
Dia mengungkapkan Gus Yaqut tidak mengetahui alasan Jokowi mengeluarkan kebijakan reposisi itu.
“Gus Yaqut memilih mengikuti arahan Presiden Jokowi, untuk datang ke Prancis mengikuti konferensi perdamaian dunia,” ucapnya. (*)
Jangan sampai ketinggalan! Kamu sudah lihat video ini ?



