Trump Klaim Eksekusi Terhadap Pedemo di Iran Sudah Dihentikan

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu bahwa ia telah diberitahu bahwa "eksekusi" terhadap para demonstran anti-pemerintah di Iran sedang dihentikan.

“Kami telah diberitahu dan cukup tegas, tetapi kita akan mencari tahu apa artinya semua itu. Tetapi kami telah diberitahu bahwa pembunuhan di Iran sedang dihentikan. Itu telah dihentikan,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dikutip Anadolu, Kamis 15 Januari 2026.

“Tidak ada rencana eksekusi — satu atau beberapa eksekusi. Saya telah diberitahu hal itu dari sumber yang dapat dipercaya. Kita akan mengetahuinya,” tambah Trump.

Trump telah berulang kali berjanji untuk mendukung para demonstran di Iran, di mana tindakan keras oleh pihak berwenang dikatakan telah mengakibatkan peningkatan jumlah korban jiwa.

“Kami telah diinformasikan oleh sumber-sumber yang sangat penting di pihak lain, dan mereka mengatakan pembunuhan telah berhenti dan eksekusi tidak akan terjadi. Seharusnya ada banyak eksekusi hari ini, dan eksekusi tidak akan terjadi, dan kita akan mengetahuinya. Maksud saya, saya akan mengetahuinya setelah ini, Anda akan mengetahuinya, tetapi kami telah diberitahu secara resmi, dan saya harap itu benar. Siapa yang tahu,” kata Trump.

Ditanya apakah serangan militer terhadap Iran "tidak mungkin dilakukan", Trump berkata: "Kita akan mengamati dan melihat apa yang terjadi. Tetapi kami telah diberi pernyataan yang sangat baik, sangat baik oleh orang-orang yang mengetahui apa yang sedang terjadi."

AS menarik beberapa personel dari pangkalan-pangkalan di Timur Tengah, menurut laporan media lokal, menyusul peringatan dari seorang pejabat senior Iran bahwa Teheran akan menargetkan instalasi Amerika jika Washington melakukan serangan.

Para pejabat pemerintah Iran menuduh AS dan Israel mendukung apa yang mereka sebut sebagai "kerusuhan" dan "terorisme" di tengah protes yang sedang berlangsung.

Pihak berwenang Iran belum merilis angka resmi mengenai korban jiwa atau tahanan. Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA), sebuah kelompok yang berbasis di AS, memperkirakan bahwa setidaknya 2.500 orang telah tewas, termasuk demonstran dan personel keamanan, dan lebih dari 1.100 lainnya terluka.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo ajak dialog 1.200 guru besar bidang soshum di Istana Kamis
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Video: Menko Kumham Imipas Setuju Pilkada Melalui DPRD, Kenapa?
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kelola Risiko Air dan Iklim, Skor CDP Chandra Asri Group Meningkat
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tinjau Titik Pemberhentian Transjakarta di Sawangan, Walkot Depok Janji Bangun Halte Baru
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Fakta Menarik Film One Battle After Another
• 10 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.