Suara Ojol di Monas: Tuntut Perpres Kesejahteraan hingga Perjuangkan Nasib PJLP

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Gelombang unjuk rasa digelar bersamaan di kawasan Monas, Jakarta Pusat pada Rabu (14/1/2026).

Dua elemen massa, yakni pengemudi ojek online (ojol) dan pekerja Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, turun ke jalan menyuarakan aspirasi yang menyangkut kesejahteraan mereka.

Mulai dari isu kesejahteraan dan potongan aplikator ojol yang tak kunjung usai, suara solidaritas geopolitik untuk Venezuela, hingga jeritan hati para pekerja di depan Balai Kota DKI Jakarta pun mewarnai demonstrasi.

Baca juga: Ojol Demo di Gambir, Tuntut Potongan Aplikator 10 Persen

Potongan 10 persen dan jaminan sosial

Demo dibuka oleh massa Perhimpunan Ojek Online Indonesia (O2) di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat sekitar pukul 12.30 WIB.

Tuntutan utama para pengemudi ojol masih sama, perbaikan kesejahteraan dan jaminan sosial dalam bekerja.

Ketua Umum O2, Cecep Saripudin, menagih janji Presiden Prabowo Subianto terkait penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Transportasi Online yang menjamin kesejahteraan pengemudi.

Tuntutan utama dalam Perpres itu adalah pembatasan potongan aplikasi maksimal 10 persen, karena potongan saat ini dinilai terlalu besar dan tidak transparan.

"Aplikator seharusnya memotong kita hanya 10 persen dan tidak boleh ada embel-embel lain. Hari ini kan sebenarnya tarif yang diberlakukan tidak sesuai, masih banyak variasi, iklan-iklan, atau iuran berbayar," kata Cecep.

Selain masalah tarif, massa juga mendesak agar jaminan sosial kecelakaan kerja dan kematian menjadi kewajiban aplikator yang diatur pemerintah dalam Perpres tersebut.

"Asuransi ini adalah tanggung jawab dari aplikator yang harusnya diatur juga oleh regulasi pemerintah. Maka saya minta di dalam Perpres itu harus ada kewajiban aplikator untuk memenuhi jaminan sosial," tambah Cecep.

Perwakilan ojol sempat diterima oleh beberapa staf Sekretariat Negara (Setneg) di Ruang Aspirasi Mensesneg.

Namun, karena pejabat terkait sudah pulang, mereka diminta datang kembali pada hari Senin (19/1/2026) mendatang untuk pembahasan lebih lanjut.

Baca juga: Demo di Depan Kedubes AS, Massa Ojol Serukan Solidaritas untuk Venezuela

Solidaritas untuk Venezuela

Selain isu ekonomi kesejahteraanz massa ojol juga turut menyuarakan isu geopolitik, yaitu solidaritas untuk Venezuela.

Aksi yang dipusatkan di depan Kedubes AS, Jalan Medan Merdeka Selatan, diwarnai pengibaran bendera Venezuela yang berdampingan dengan bendera Merah Putih.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Cecep menyatakan hal ini adalah bentuk solidaritas melawan arogansi AS terhadap Venezuela yang dinilai sebagai penjajahan gaya baru.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Hari Ini
• 7 jam lalusuara.com
thumb
Michael Carrick Kembali ke Old Trafford: Misi Darurat Selamatkan Manchester United Usai Era Kelam Ruben Amorim?
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Menhaj Ingatkan Penyelenggaraan Haji 2026 Masih Hadapi Tantangan Besar
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Menteri Lingkungan Hidup Minta DPRD Perkuat Anggaran Hadapi Krisis Sampah Daerah
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Banjir di Enam Kecamatan Lamongan Belum Surut, Status Tanggap Darurat Diperpanjang
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.