Menlu Iran Pastikan Tak Ada Demonstran yang Dieksekusi Mati

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memastikan tidak akan ada pendemo yang dihukum gantung hari ini atau besok. Araghchi memastikan tidak ada eksekusi mati.

Hal tersebut disampaikan Araghchi saat wawancara dengan stasiun televisi AS Fox News. Araghchi menegaskan bahwa 10 hari demonstrasi damai itu diikuti oleh tiga hari kekerasan yang diatur oleh Israel, dia mengatakan saat ini demonstrasi sudah berjalan tenang.

"Saya dapat memberi tahu Anda, saya yakin bahwa tidak ada rencana untuk hukuman gantung," kata Araghchi sebagaimana dilansir AFP, Kamis (15/1/2026).

Baca juga: Wilayah Saudi Tak Akan Digunakan untuk Serang Iran, Kedubes AS Waspada

Sebelumnya, otoritas kehakiman Iran mengisyaratkan akan ada persidangan cepat dan eksekusi mati bagi orang-orang yang ditahan terkait unjuk rasa besar-besaran yang berlangsung di berbagai wilayah. Hal ini mengabaikan peringatan yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Isyarat tersebut, seperti dilansir Associated Press, Rabu (14/1/2026), disampaikan oleh kepala otoritas kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni-Ejei, dalam pernyataan via video yang dibagikan secara online oleh televisi pemerintah Iran.

"Jika kita ingin melakukan suatu pekerjaan, kita harus melakukannya sekarang. Jika kita ingin melakukan sesuatu, kita harus melakukannya dengan cepat," cetus Mohseni-Ejei dalam pernyataannya.

Dia menambahkan, "Jika terlambat, dua bulan, tiga bulan kemudian, itu tidak akan memiliki efek yang sama. Jika kita ingin melakukan sesuatu, kita harus melakukannya dengan cepat."

Baca juga: Mendidih! Iran Akan Serang Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Diserang

Gelombang unjuk rasa, yang mengguncang Iran sejak bulan lalu, dimulai sebagai aksi memprotes kondisi ekonomi yang memburuk, namun berkembang menjadi gerakan lebih luas yang menantang pemerintahan teokratis yang berkuasa di Iran sejak revolusi tahun 1979 silam.

Beberapa hari terakhir, unjuk rasa itu diwarnai kerusuhan dan rentetan kekerasan. Seorang pejabat Iran, yang enggan disebut namanya, mengungkapkan pada Selasa (13/1) bahwa sekitar 2.000 orang tewas dalam unjuk rasa besar-besaran itu.

Baca juga: China Catat Surplus Perdagangan Meski Digempur Tarif AS




(zap/yld)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
HMI Komisariat FKIP UM Bone Gelar Bazar dan Dialog Keperempuanan
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Kementerian PU Gerak Cepat Atasi Kerusakan Sungai Pascabanjir di Maluku Utara
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Trump: AS Butuh Greenland untuk Pertahanan Rudal Golden Dome
• 15 jam laludetik.com
thumb
Akhirnya Bahlil Setujui RKAB 2026, Vale Indonesia Lanjutkan Operasional Tambang
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
BPOM Perintahkan Nestle Hentikan Distribusi Formula Bayi Tertentu, Ini Alasannya
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.