Situasi keamanan di Timur Tengah semakin memanas. Pemerintah Amerika Serikat secara resmi merilis peringatan perjalanan (travel warning) yang meminta warga negaranya di Qatar untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi perjalanan non-esensial ke Pangkalan Udara Al Udeid.
Langkah ini menyusul keputusan Amerika Serikat dan Inggris yang telah mengevakuasi sebagian personel mereka dari pangkalan militer tersebut. Evakuasi dilakukan di tengah kekhawatiran bahwa Washington kemungkinan akan segera meluncurkan aksi militer terhadap Iran.
Peringatan Keamanan di QatarMelalui akun resmi di platform X, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan keamanan terbaru yang menegaskan instruksi bagi para staf dan warga sipil di Doha.
Baca juga : Netanyahu Beri Tahu Trump 50 Menit sebelum Serangan Israel ke Doha
"Mengingat ketegangan regional yang sedang berlangsung, Kedutaan Besar AS di Doha telah menyarankan personelnya untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi perjalanan non-esensial ke Pangkalan Udara Al Udeid. Kami merekomendasikan warga AS di Qatar untuk melakukan hal yang sama," tulis pernyataan tersebut. Pihak misi AS di Qatar menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan secara ketat.
Penutupan Ruang Udara IranDi saat yang sama, Otoritas Penerbangan Federal (FAA) mengumumkan ruang udara Iran kini tertutup untuk semua penerbangan, kecuali kedatangan dan keberangkatan sipil internasional dengan izin khusus.
Penutupan ini dimulai pada pukul 10:15 UTC (17:15 EST) dengan durasi awal selama dua jam 15 menit. Meskipun ada pembatasan, data penerbangan sumber terbuka menunjukkan beberapa pesawat komersial masih mengudara menuju bandara di Tehran pada Rabu malam. Otoritas Penerbangan Sipil Iran menegaskan bahwa hanya penerbangan dengan izin prioritas yang diperbolehkan melintasi wilayah udara tersebut selama periode penutupan.
Baca juga : 5 Poin Penting Lawatan Trump ke Timur Tengah
Respons Diplomatik InggrisInggris juga mengambil langkah drastis dengan memperketat saran perjalanan bagi warga negaranya. Kantor Luar Negeri Inggris mengimbau warga untuk menghindari semua perjalanan, kecuali yang sangat mendesak, ke wilayah Israel dan Tepi Barat yang diduduki.
"Ketegangan regional yang meningkat dapat mengakibatkan gangguan perjalanan dan dampak tidak terduga lainnya," bunyi pernyataan resmi Pemerintah Inggris pada Rabu (14/1).
Sebelumnya, Inggris juga telah mengeluarkan larangan perjalanan total ke Iran dan mengumumkan penutupan sementara kedutaannya di Tehran. Ketegangan ini mencapai puncaknya seiring dengan meningkatnya retorika konflik antara Washington dan Tehran yang memengaruhi stabilitas keamanan serta jalur transportasi udara di seluruh kawasan. (CNN/BBC/The Guardian/Z-2)





