Warga Setuju Tiang Monorel Mangkrak Dibongkar: Biar Enggak Macet

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, mendapat respons positif dari warga sekitar dan pengguna jalan. Warga menilai keberadaan tiang monorel yang sudah mangkrak selama bertahun-tahun memang sudah tidak lagi memiliki fungsi.

Elsi (43), warga sekitar Jalan Rasuna Said, mengaku sudah mengetahui adanya proses pembongkaran tersebut dari informasi lingkungan sekitar. Ia menyebut, selama proses pembongkaran tidak mengganggu aktivitas warga dan usaha, maka tidak menjadi persoalan.

“Selama itu tidak mengganggu jalanan dan usaha kami, ya tidak apa-apa. Iya, setuju saja. Kan tiangnya sudah ada dari lama banget, belasan tahun juga,” kata Elsi saat ditemui kumparan, Kamis (15/1).

Menurut Elsi, pembongkaran tiang monorel justru membuat kawasan terlihat lebih rapi dan bersih. Ia berharap penataan kawasan yang dilakukan pemerintah dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan kemacetan.

“Sekarang lebih tertata dan bersih. tidak terlihat kumuh karena sedang ada penataan ini," katanya.

"Selama tidak mengganggu jalan dan tidak bikin macet, tidak apa-apa,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Heri (28), pengguna jalan yang setiap hari melintas di Jalan Rasuna Said. Ia mendukung pembongkaran tiang monorel karena dinilai bisa memperluas ruang jalan dan mengurangi kepadatan lalu lintas.

“Saya setuju banget. Apalagi katanya nanti enggak ada pemisah, jadi nambah perluasan lajur. Harusnya jadi enggak macet,” kata Heri.

Ia menilai tiang monorel yang sudah berdiri selama bertahun-tahun tanpa fungsi justru membuat kawasan terlihat kurang rapi. Dengan dibongkarnya tiang-tiang tersebut, ia berharap wajah Jalan Rasuna Said menjadi lebih tertata dan arus lalu lintas semakin lancar.

“Harapannya sih setelah ini jalannya jadi lebih rapi dan lancar. Jangan cuma dibongkar, tapi benar-benar ditata biar manfaatnya kerasa buat pengguna jalan,” ucapnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet Diduga Hipotermia, Barang-Barang Berceceran di Sekitar Lokasi Penemuan Mulai dari Sepatu hingga Dompet
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Tak Sekadar Energi Bersih, Biomassa Dorong Ekonomi Lokal
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Strategi Short Selling 2026: Beli Bitcoin Dimana untuk Hedging?
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Pameran Ecophilia Ajak Pengunjung Cintai Lingkungan Lewat Beragam Wahana Unik
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Aceh Pascabencana: Desa Tertutup Lumpur hingga 4 Meter, Pemerintah Siapkan Rp33 Triliun Pemulihan
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.