Massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh akan kembali menggelar demo hari ini. Sebanyak 685 personel dikerahkan untuk mengamankan aksi.
"Personel pelayanan aksi unjuk rasa sebanyak 685 personel," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung saat dihubungi, Kamis (15/1/2026).
Reynold mengajak massa tertib dan mematuhi aturan yang ada. Rekayasa lalu lintas di lokasi aksi bersifat situasional, tergantung kondisi di lapangan. Dia mengimbau masyarakat mencari alternatif jalan lain untuk menghindari kemacetan.
Personel yang bertugas juga diimbau bersikap humanis dan mengedepankan dialog. Reynold juga memastikan pihaknya akan mengawal unjuk rasa agar berjalan tertib.
Demo buruh akan digelar di depan gedung DPR dan gedung Kemnaker, Kamis (15/1/2026), mulai pukul 10.30 WIB. Presiden KSPI dan Partai Buruh Said Iqbal mengatakan massa aksi yang hadir kurang lebih 500 sampai 1.000 orang.
"Jadi, sekitar 500 sampai 1.000 orang (yang akan berdemo)," kata Said kepada wartawan, Kamis (15/1).
Adapun massa aksi membawa empat tuntutan. Mereka meminta pemerintah segera merevisi UMP DKI Jakarta menjadi Rp 5,89 juta per bulan.
Selain itu, massa aksi juga meminta untuk merevisi SK Gubernur Jawa Barat terkait penetapan UMSK di 19 kabupaten/kota. Massa aksi juga menuntut DPR segera mengesahkan RUU Ketenagakerjaan.
Lebih lanjut, Said Iqbal mengatakan massa aksi juga menolak usulan pilkada lewat DPRD. Massa aksi menilai hal itu bertentangan dengan prinsip demokrasi.
Simak juga Video 'Demo Buruh Tuntut UMP DKI Naik jadi Rp 5,8 Juta':
(wnv/zap)




