RLCO Raup Rp 100 Miliar dari IPO seusai ARA Berjilid-jilid

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) berhasil meraup dana segar senilai Rp 100 miliar lebih dari hasil penawaran saham perdana atau initial public offering di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejak resmi melantai di pasar modal bulan lalu, emiten sarang burung walet itu telah menyedot perhatian lantaran nilai sahamnya yang terus meroket signifikan.

Berdasarkan laporan yang dirilis keterbukaan informasi bursa pada Rabu (14/1), RLCO melaporkan, hingga 31 Desember 2025, mereka telah menghimpun dana hasil IPO sebesar Rp 105 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 4,75 miliar digunakan untuk pembayaran biaya penawaran umum kepada pihak-pihak terkait.

Perinciannya, Rp 769 juta untuk biaya jasa penjaminan efek, Rp 731 juta untuk biaya jasa penyelenggaraan IPO, dan Rp 1,05 miliar untuk biaya jasa penjualan saham di bursa. 

Berikutnya, ada jasa profesi penunjang pasar modal yang mencakup biaya jasa akuntan publik sebesar Rp 980 juta, biaya jasa konsultasi hukum Rp 600 juta, dan biaya jasa notaris Rp 125 juta.

Selain itu, ada biaya jasa penunjang pasar modal yang dibayarkan untuk Biro Administrasi Efek (BAE) Rp 90 juta. Selanjutnya, ada biaya lain-lain yang mencakup biaya pencatatan BEI sejumlah Rp 150 juta, pendaftaran OJK Rp 52,5 juta, pendaftaran KSEI Rp 15,83 juta, percetakan dan iklan Rp 191,91 juta, dan lainnya Rp 11,34 juta.

Setelah dipotong seluruh biaya tersebut, total dana bersih yang dihimpun RLCO dari IPO adalah Rp 100,23 miliar. "Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 10 miliar akan digunakan untuk modal kerja perusahaan. Dengan begitu, dana IPO yang tersisa sebesar Rp 90,23 miliar," ungkap Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk, Edwin Pranata, Rabu (14/1).

RLCO menjadi sorotan pasar lantaran kinerja sahamnya yang terus melesat berkali-kali lipat. Sejak mulai melantai di bursa 8 Desember 2025, saham sarang burung walet itu telah meningkat lebih dari 3.173%. Dibuka di harga Rp 168 per unit, kini nilai saham tersebut dilego Rp 5.850 per unit, menurut data perdagangan pada Kamis (15/1) pagi.

Tak hanya itu, RLCO juga membuat rekor sebagai saham yang paling banyak mencapai batas auto rejection atas (ARA) secara beruntun sejak penjualan perdananya. Tercatat, saham ini berhasil menyentuh ARA 17 kali berturut-turut sejak diperdagangkan di bursa.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
• 9 jam lalumerahputih.com
thumb
Kronologi Penemuan Pendaki Ditemukan Tewas di Jalur Gunung Slamet Usai Pencarian 17 Hari
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Pelaut Keturunan Tionghoa AS Jual Intelijen ke PKT Seharga US$12.000, Dijatuhi Hukuman 200 Bulan Penjara
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
Peran Cesar Meylan Akan Krusial di Timnas Indonesia, Kata Bung Kus
• 12 jam lalugenpi.co
thumb
Sidang Ammar Zoni Memanas, Saksi Polisi Bantah Dugaan Pemerasan Rp300 Juta
• 3 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.