Menengok Cara Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiang monorel di ruas jalan HR Rasuna Said arah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, mulai dibongkar, Rabu (14/1/2026) malam.

Pembongkaran dilakukan pada satu tiang per malam, dengan total 109 tiang yang akan memakan waktu kurang lebih tiga bulan.

Selanjutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kawasan Kuningan dengan pelebaran jalan, penambahan penerangan jalan umum (PJU), jalur pedestrian, dan pembangunan taman.

Baca juga: Usai Dibongkar, Dikemanakan Tiang Monorel Mangkrak Rp 193 Miliar di Rasuna Said?

Proyek ini secara menyeluruh memakan biaya sekira Rp 102 miliar dan ditargetkan rampung pada September mendatang.

Sebelum pembongkaran dimulai, personel Dinas Bina Marga berseragam kuning mulai mempersiapkan alat-alat kerja. Mulai dari gas, kabel biru-merah, las, hingga generator.

Jalur lambat Jalan HR Rasuna Said sudah ditutup sejak pukul 22.00 WIB sampai ke tiang ketiga. Setelah itu, pengendara masih bisa menggunakan jalur lambat seperti biasa.

Kemudian, petugas mulai menghubungkan gas dengan las menggunakan kabel. Untuk menandai area kerja secara spesifik, petugas memasang lampu panjang yang berkelip warna-warni di sepanjang papan penutup.

Sembari petugas mempersiapkan alat pemotongan besi, petugas lain mengoleskan besi-besi dengan warna kuning dan putih, untuk membedakan besi berdasarkan ukurannya.

Pengerjaan dimulai pukul 22.30 WIB, dengan seorang petugas memegang besi dari atas, sementara petugas lain menyalakan las yang mengeluarkan bara api berwarna biru.

Diarahkannya api itu ke bagian besi paling bawah yang ditanamkan ke dalam beton berbentuk kotak.

Baca juga: Usai Pembongkaran Perdana Tiang Monorel, Begini Kondisi Jalan Rasuna Said

Saat besi itu mulai menyala kemerahan, petugas menggoyangkan besi itu untuk membantu melepaskannya dari bagian besi yang tertanam.

Lalu, satu per satu besi disusun di badan jalan jalur lambat yang sudah ditutup, sesuai dengan warnanya.

Tak lama, petugas lain bergabung dengan menggunakan las lainnya.

Pada malam pertama, satu tiang terdiri atas dua blok beton dengan rangka besi. Satu blok terdiri atas 50 besi.

KOMPAS.com/HANIFAH SALSABILA Penutupan jalur lambat Jalan HR Rasuna Said jelang pembongkaran tiang monorel, Rabu (14/1/2026) malam.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Besi terakhir selesai dilepaskan pukul 23.03 WIB. Selanjutnya petugas membersihkan area beton dan melilit bagian beton dengan garis peringatan hitam-kuning.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bek Sayap Jadi Kebutuhan Mendesak Tomas Trucha, Manajemen PSM Makassar Buka Keran Negosiasi ke Pilar Persib Bandung Rezaldi Hehanusa
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Agro eduwisata anggur, belajar bertani tak lagi membosankan
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Tantangan Infrastruktur AI: Mempersiapkan Fondasi untuk Revolusi AI Agentik
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Hadiri Pengukuhan Guru Besar Prof Zainal Arifin Mockhtar,Jusuf Kalla: Kritik Merupakan Bagian dari Demokrasi
• 5 jam laluharianfajar
thumb
KPK Ungkap Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Terafiliasi Vendor Proyek
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.