Presiden Kolombia Gustavo Petro memastikan akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 3 Februari mendatang. Pertemuan tersebut disebut Petro sebagai momen penting di tengah hubungan kedua negara yang sempat memanas.
Pengumuman itu disampaikan Petro dalam rapat kabinet pada Rabu (14/1). Ia menekankan bahwa pertemuan dengan Trump akan menentukan arah hubungan Kolombia–AS ke depan, terutama menyangkut stabilitas dan keselamatan rakyatnya.
“Kita akan melihat hasil dari pertemuan ini; ini krusial. Niat saya adalah agar rakyat Kolombia, dari seluruh penjuru negeri, tidak menderita dan bisa hidup dengan damai,” ujar Petro, seperti dilansir Reuters pada Kamis (15/1).
Rencana pertemuan ini muncul setelah Trump dan Petro berbicara lewat sambungan telepon pekan lalu. Usai percakapan tersebut, Trump menyatakan bahwa pengaturan kunjungan Petro ke Gedung Putih tengah disiapkan.
Kontak langsung kedua pemimpin itu terjadi hanya beberapa hari setelah Trump mengancam Kolombia dengan tindakan militer, yang memicu kekhawatiran akan memburuknya hubungan diplomatik kedua negara.
Pertemuan pada 3 Februari nanti di Washington dipandang sebagai upaya menurunkan ketegangan sekaligus membuka kembali jalur dialog di tengah perbedaan tajam terkait kebijakan keamanan dan kepentingan strategis kawasan.





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474001/original/037311700_1768464385-1000777246.jpg)