Liputan6.com, Jakarta - Banjir susulan yang kembali terjadi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh pada penghujung 2025 mendorong penguatan upaya mitigasi di wilayah rawan bencana tersebut.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, tim Universitas Gadjah Mada (UGM) memasang Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) banjir di kawasan terdampak, khususnya Desa Lampahan Timur dan Desa Lampahan Induk, Kecamatan Timang Gajah, yang sempat terendam akibat luapan sungai.
Advertisement
Program ini dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat UGM yang diketuai Dosen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM Adhy Kurniawan bekerja sama dengan Pusat Studi Energi (PSE UGM) dan Universitas Teuku Umar.
Kegiatan tersebut didukung hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisainstek) melalui skema Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana.
Sistem EWS yang dipasang dirancang mandiri energi dengan panel surya serta dilengkapi sensor ketinggian muka air, CCTV pemantauan aliran sungai, dan sirine peringatan untuk memberi sinyal dini kepada warga saat potensi banjir meningkat.
Penentuan lokasi pemasangan EWS dilakukan berdasarkan kajian atas pola banjir yang berulang melanda kawasan tersebut, khususnya setelah terjadinya banjir susulan pada akhir 2025.
"Pemilihan lokasi pemasangan EWS didasarkan pada kejadian banjir susulan akhir tahun 2025 di Desa Lampahan Timur," ujar Adhy, melansir Antara, Kamis (15/1/2026).



