JAKARTA – Di tengah lalu-lalang penumpang di Stasiun MRT Bundaran HI, sebuah pameran foto menghadirkan jeda yang tak biasa. Pameran bertajuk “Perempuan Lentera Kehidupan” mengajak publik melihat kembali sosok-sosok perempuan yang bekerja dalam sunyi, yang mungkin tak banyak dibicarakan, namun menjaga banyak hal tetap berjalan. Deretan bingkai yang dipajang menampilkan perjuangan yang dekat dengan keseharian, tetapi jarang benar-benar diperhatikan secara utuh.
Pameran tersebut merupakan rangkaian dari PNM Journalist’s Photo Journey, kompetisi foto jurnalistik skala nasional yang tahun ini melibatkan ratusan jurnalis dari seluruh provinsi di Indonesia. Tema “Perempuan Lentera Kehidupan” dipilih sebagai pengingat atas peran perempuan khususnya ibu, tak lama setelah peringatan Hari Ibu 22 Desember. Dari ratusan karya yang terkumpul, 12 karya terpilih melalui seleksi dewan juri profesional, lalu dipamerkan untuk masyarakat pada 12–14 Januari 2026.
Bundaran HI dipilih sebagai ruang pamer bukan tanpa alasan: mobilitas tinggi membuat karya-karya ini bisa bertemu dengan lebih banyak orang, dalam ritme kota yang serba cepat. Kompetisi pun membagi karya ke dalam tiga ranah, sosial, ekonomi, dan lingkungan, yang menggambarkan pendekatan pendampingan PNM dalam menjangkau total 22,7 juta perempuan prasejahtera sejak 2016.
Di lokasi, respons publik terasa kuat: banyak yang berhenti cukup lama, membaca narasi di setiap foto, bahkan tenggelam dalam hening beberapa detik.
Syamsudin Ilyas (Jurnalis RRI sekaligus Juara 1 Kategori Essay) berkata, “Terima kasih PNM telah menyediakan wadah bagi kami pewarta foto untuk berkarya, semoga ke depannya lebih banyak kisah perempuan tangguh sebagai tulang punggung keluarga yang dapat dikenal tak hanya di lingkungan sekitar, tetapi di seluruh Indonesia."
Sekretaris Perusahaan PNM Dodot Patria Ary menyampaikan terima kasihnya kepada para jurnalis dan berharap dapat memperluas pemahaman publik tentang dampak pemberdayaan perempuan melalui medium visual, sekaligus mengundang peran media untuk semakin menguatkan gaung program pendampingan perempuan yang dilakukan PNM.
“Terima kasih kepada para jurnalis yang telah menghadirkan kisah perjuangan perempuan lewat karya visual. PNM akan menjadi rumah bagi setiap bingkai yang menyimpan cerita, yang menyimpan makna mendalam, dan kami berharap karya-karya ini memperluas pemahaman publik tentang dampak pemberdayaan perempuan serta menguatkan gaung pendampingan perempuan prasejahtera PNM," ujarnya.



