PIDIE JAYA, iNews.id – Perjuangan siswa MIN 4 Pidie Jaya menembus lumpur pascabanjir bandang masih terus berlangsung hingga kini. Hampir 2 bulan setelah banjir bandang dan longsor melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, akses jalan menuju sekolah belum juga pulih.
Kondisi ini dirasakan para siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Pidie Jaya yang setiap pagi harus melewati genangan air bercampur lumpur tebal demi bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Jalur yang terdampak berada di ruas jalan lintas Desa Blang Cut menuju Desa Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Sejak bencana banjir bandang dan longsor pada 25 November 2025 lalu, jalan tersebut masih tergenang air dan berlumpur.
Genangan air bercampur lumpur diduga terjadi akibat saluran drainase yang tersumbat material lumpur dan sisa longsoran. Kondisi ini membuat air tidak dapat mengalir dengan normal, sehingga jalan berubah menjadi lintasan licin dan berbahaya bagi pengguna jalan.
Meski berisiko, para siswa MIN 4 Pidie Jaya tetap melintasi jalur tersebut setiap pagi. Sebagian siswa bahkan terpaksa mengenakan sepatu bot dan berjalan ekstra hati-hati agar tidak terpeleset di lumpur yang licin.
“Setiap hari melewati banjir,” ujar Noval, salah satu siswa MIN 4 Pidie Jaya, Kamis (15/1/2026).
Tak hanya siswa, para orang tua yang mengantar anak-anak mereka ke sekolah juga merasakan dampaknya. Sejumlah pengendara sepeda motor dilaporkan sempat mogok saat melintasi genangan air, terutama pada jam-jam sibuk di pagi hari.
Warga setempat menilai kondisi ini sangat mengganggu aktivitas pendidikan dan membahayakan keselamatan anak-anak. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan, khususnya pada sistem drainase di sepanjang jalan tersebut.
“Saluran air tersumbat lumpur sehingga cepat banjir,” kata Adnan AR, warga setempat.
Warga juga mengkhawatirkan kondisi akan semakin parah saat hujan turun. Ketinggian air diperkirakan bisa meningkat dan memperburuk kondisi jalan, sehingga aktivitas pendidikan anak-anak semakin terhambat.
Hingga kini, perjuangan siswa MIN 4 Pidie Jaya menembus lumpur pasca banjir bandang masih menjadi potret nyata dampak bencana yang belum sepenuhnya tertangani di wilayah tersebut.
Original Article




