Arab Saudi Tak Sudi Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Gempur Iran

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Riyadh, VIVA – Arab Saudi telah memberi tahu Iran bahwa mereka tidak akan mengizinkan wilayah udara atau teritorialnya digunakan untuk menyerang Iran, demikian menurut dua sumber yang dekat dengan pemerintah Kerajaan kepada AFP pada hari Rabu, 14 Januari 2026.  Sementara Amerika Serikat (AS) mengancam Teheran dengan kemungkinan serangan militer. 

Pesan tersebut disampaikan ketika Amerika Serikat memperingatkan bahwa mereka dapat menanggapi tindakan keras pemerintah Iran terhadap aksi protes yang terjadi, sementara Teheran mengatakan akan menyerang aset militer dan perkapalan AS jika terjadi serangan baru. 

Baca Juga :
Gila-gilaan! Piala Dunia 2026 Diserbu Lebih dari 500 Juta Permintaan Tiket
Reza Pahlavi Desak Militer Iran Membelot Rezim, Segera Bergabung Bersama Demonstran

"Arab Saudi telah memberi tahu Teheran secara langsung bahwa mereka tidak akan menjadi bagian dari tindakan militer apa pun yang dilakukan terhadapnya, dan bahwa wilayah dan wilayah udaranya tidak akan digunakan untuk tujuan itu," kata sebuah sumber yang dekat dengan militer Saudi kepada Al Arabiya

Sumber kedua yang dekat dengan pemerintah mengkonfirmasi bahwa pesan tersebut telah dikomunikasikan kepada Teheran. 

AS memiliki aset militer di Teluk, termasuk di Arab Saudi dan Qatar. 

Iran telah memperingatkan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah bahwa mereka akan menjadi sasaran jika Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Teheran. Peringatan itu disampaikan kepada Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), hingga Turki, menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump untuk ikut campur di tengah gelombang protes anti-pemerintah yang melanda Iran. 

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters pada Rabu bahwa Teheran telah menyampaikan secara langsung kepada negara-negara tersebut bahwa pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah mereka akan diserang apabila Washington menargetkan Iran. 

"Teheran telah memberi tahu negara-negara di kawasan itu, dari Arab Saudi dan UEA hingga Turki, bahwa pangkalan AS di negara-negara tersebut akan diserang jika AS menargetkan Iran," kata  pejabat tersebut. 

Pejabat itu menambahkan bahwa Iran juga meminta pemerintah negara-negara terkait untuk menggunakan pengaruh mereka guna mencegah kemungkinan serangan Amerika Serikat terhadap Iran. 

Beberapa personel disarankan untuk meninggalkan Pangkalan Udara Al Udeid milik militer AS di Qatar pada Rabu malam, kata tiga diplomat kepada Reuters

Baca Juga :
Trump Bongkar Percakapan dengan Presiden Sementara Venezuela: Bahas Minyak hingga Keamanan Nasional
Menlu Iran Klaim Demo Berakhir, Bantah Bakal Hukum Gantung Pendemo
KPK Ungkap Perjanjian Dagang RI-AS soal Energi Berisiko Terjadi Korupsi

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Irjen Agus Cek Kesiapan Personel Jelang Operasi Ketupat 2026 di Induk PJR Cikampek
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat, PBB: Negara Berkembang Jadi Pendorong Utama
• 4 jam lalugenpi.co
thumb
BEI soal IHSG Sentuh 9.000: Kepercayaan Investor Terus Menguat
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Korupsi LPEI Rp919 Miliar Melebar, 4 Pejabat Pembiayaan Syariah Jadi Tersangka Baru
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Legenda MU, Gary Neville Tidak Ingin Michael Carrick Dijadikan Pelatih Kepala Permanen Manchester United?
• 24 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.