Saksi Mata : Warga Sipil Iran yang Tidak Ikut Aksi Protes Juga Ditembak Mati

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

Etindonesia. Pada Selasa (13/1/2026), semakin banyak informasi terungkap mengenai tindakan brutal rezim khamenei dalam membantai warga sipil. Sejumlah saksi mata mengatakan bahwa aparat Iran secara kejam menembaki warga sipil, termasuk mereka yang sama sekali tidak ikut serta dalam aksi protes.

Menurut laporan saluran Persia BBC, saksi mata dari Kota Fardis, di sebelah barat Teheran, menyatakan bahwa pada Jumat lalu, milisi Basij di bawah Garda Revolusi Islam tiba-tiba menembaki para pengunjuk rasa di jalanan.

Para saksi menyebutkan bahwa aparat berseragam yang mengendarai sepeda motor langsung melepaskan tembakan ke arah massa. Mereka juga mengatakan bahwa beberapa kendaraan tanpa tanda memasuki gang-gang sempit dan menembaki warga yang tidak ikut dalam aksi protes. Seorang saksi mata mengatakan, “Di setiap gang ada dua atau tiga orang yang dibunuh.”

Seorang perempuan muda lainnya dari Teheran mengatakan bahwa pada Kamis lalu, bahkan kawasan pinggiran Teheran pun dipenuhi pengunjuk rasa. “Namun pada hari Jumat, pasukan keamanan terus membunuh, tanpa henti membunuh,” katanya dengan sedih. “Hari Jumat adalah hari yang berdarah.”

Ia mengatakan bahwa hari itu Teheran berubah menjadi medan perang. “Tetapi di sini, orang-orang hanya meneriakkan slogan, lalu dibunuh. Ini adalah perang sepihak.”

Di platform X, akun aktivis Iran “Vahid Online” mengunggah beberapa video baru yang memperlihatkan deretan jenazah di Pusat Forensik Kahrizak, Teheran, pada 10 Januari. Gambar-gambar yang mengerikan menunjukkan sejumlah korban tampak memiliki luka akibat peluru dan senapan shotgun, cedera serius lainnya, serta tumpukan pakaian berlumuran darah.

Vahid mengatakan bahwa video-video tersebut dikirimkan kepadanya oleh seorang sumber yang menempuh perjalanan sekitar 1.000 kilometer untuk mengunggahnya selama pemadaman komunikasi. Ia juga menyebutkan bahwa hanya pada hari itu saja, terdapat lebih dari 2.000 jenazah berserakan di lokasi.

Para pelapor menyatakan bahwa situasi nyata di dalam Iran jauh lebih mengerikan daripada yang bisa dibayangkan dunia luar. Jumlah korban tewas yang selama ini diberitakan media internasional, menurut mereka, hanyalah sebagian kecil dari angka sebenarnya.

Stasiun televisi Iran International yang berbasis di London mengatakan bahwa redaksi mereka menghimpun berbagai sumber informasi, termasuk seorang sumber yang dekat dengan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dua sumber dari kantor presiden, sejumlah sumber internal Garda Revolusi Iran, kesaksian saksi mata dan keluarga korban, laporan lapangan, data pusat medis, serta informasi dari tenaga kesehatan di berbagai kota. Berdasarkan perkiraan awal, sedikitnya 12.000 orang tewas, dengan pembantaian terutama terjadi pada dua malam, Jumat dan Sabtu pekan lalu.

Seorang perempuan muda yang tinggal di Teheran mengatakan kepada New York Post bahwa lima orang kerabat dan temannya telah tewas. Ia juga mengungkapkan bahwa pihak berwenang memungut “biaya peluru” dari keluarga korban, dan jenazah baru diserahkan setelah uang dibayarkan. 

Salah satu keluarga korban membayar 500 juta toman (sekitar US$5.000) untuk membawa pulang jenazah anggota keluarganya. Bahkan setelah biaya tersebut dibayarkan, laporan resmi penyebab kematian tetap menuliskan “wajah terkena benturan benda tajam”, tanpa menyebutkan bahwa korban tewas akibat tembakan.

Perempuan itu mengatakan bahwa meskipun berada dalam situasi yang sangat mengerikan, rakyat tetap percaya bahwa kali ini akan berbeda. “Semua orang percaya bahwa rezim ini pada akhirnya akan runtuh.”

Laporan gabungan oleh reporter Jin Jing / Editor Zhu Xinrui


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hasil Piala Afrika: Gol Sadio Mane ke Gawang Mesir Antarkan Senegal ke Final
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Ngaku Gay, Kehidupan Ralf Schumacher dan Eks Istri Disorot
• 2 jam laluinsertlive.com
thumb
Ramalan Kondisi Finansial Zodiak 16 Januari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Wilayah Udara Iran Ditutup, Air India Ubah Rute-Batalkan Sejumlah Penerbangan
• 6 jam laludetik.com
thumb
Pakar UGM Bicara Pohon Randu Alas: Ciri-Ciri Mati-Getah Mirip Darah
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.