Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mengumumkan realisasi investasi sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 1.931,2 triliun. Angka itu melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp 1.905,6 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rosan Roeslani, mengatakan realisasi investasi selama periode Januari-Desember 2025 tersebut meningkat 12,7 persen dari periode yang sama tahun 2024.
"Alhamdulillah bahwa target realisasi investasi 2025 melebihi sedikit dari target yang dicanangkan. Sepanjang tahun 2025 ini dari Januari sampai Desember, total realisasi investasi mencapai Rp 1.931,2 triliun," kata Rosan saat konferensi pers, Kamis (15/1).
Rosan melanjutkan, penciptaan tenaga kerja dari realisasi investasi tersebut mencapai 2.710.532 orang atau naik 10,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Adapun penyebaran investasi pada tahun 2025 tersebut lebih besar di luar Jawa sebesar 51,3 persen yakni Rp 991,2 triliun, dan sisanya di dalam Pulau Jawa sebesar 48,7 persen atau sebesar Rp 940 triliun.
Sementara dari asal investasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) lebih besar yakni 53,4 persen atau Rp 1.030,3 triliun, dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 46,6 persen atau Rp 900,9 triliun.
Wilayah dengan realisasi investasi terbesar baik itu PMA maupun PMDN yakni Jawa Barat mencapai Rp 296,8 triliun (15,4 persen), diikuti oleh Jakarta Rp 270,9 triliun (14 persen), Jawa Timur Rp 145,1 triliun (7,5 persen), Banten Rp 130,2 triliun (6,7 persen), dan Sulawesi Tengah Rp 127,2 triliun (6,6 persen).
Dari sisi sektor, Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya merupakan sektor dengan investasi terbesar mencapai Rp 262,0 triliun, diikuti Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi sebesar Rp 211,0 triliun, Pertambangan Rp 199,6 triliun, Jasa Lainnya Rp 170,5 triliun, dan Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Rp 140,4 triliun.
Kemudian asal investasi asing yang terbesar masih berasal dari Singapura sebesar USD 17,4 miliar, kemudian Hongkong USD 10,6 miliar, China USD 7,5 miliar, Malaysia USD 4,5 miliar, dan Jepang USD 3,1 miliar.





