Ammar Zoni Ngaku Didikte Bikin Surat Pernyataan Kasus Jual Narkotika di Rutan

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Terdakwa kasus penjualan narkotika di dalam Rutan Salemba, Muhammad Amar Akbar alias Ammar Zoni, mengaku didikte menulis surat pernyataan. Ammar mengatakan dikte isi surat itu disampaikan petugas Rutan.

Sidang lanjutan kasus penjualan narkotika dengan terdakwa Ammar Zoni dkk digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026). Jaksa menghadirkan penyidik dari Polsek Cempaka Putih, Mario, sebagai saksi verbalisan dalam sidang ini.

Awalnya jaksa menanyakan terkait surat pernyataan dari pihak Rutan Salemba. Mario mengatakan surat itu ditulis Ammar Zoni.

"Apa surat pernyataannya?" tanya jaksa.

"Siap, surat pernyataan tertulis dari Terdakwa, Ibu," jawab Mario.

"Yang tulis siapa?" tanya jaksa.

"Siap, Muhammad Amar Akbar," jawab Mario.

"Didapatnya dari mana?" tanya jaksa.

"Siap, dari Rutan, Ibu," jawab Mario.

Baca juga: Penyidik Bantah BAP Ammar Zoni di Kasus Jual Narkotika Hasil Karangan

Jaksa, Mario, Ammar Zoni dan tim penasihat hukumnya lalu maju ke depan majelis. Jaksa meminta Mario membaca surat pernyataan tersebut.

"Apa isinya, tolong dibaca?" pinta jaksa.

"Siap. 'Pada hari Jumat malam, sekitar jam 21.00 WIB, petugas dari Cempaka datang untuk menggeledah kamar saya. Dan ditemukan narkotika jenis sabu dan sinte, lalu saya dibawa ke depan, untuk diinterogasi dan saya...'," ujar Mario.

Majelis hakim kemudian meminta Ammar melanjutkan membaca sendiri surat pernyataan tersebut. Ammar sempat membaca penggalan awal surat tersebut.

"Lalu saya dibawa ke depan dan saya diinterogasi dan saya digeledah di depan, atas kamar, serta saya peredaran narkoba Rutan Salemba sebagai...," ujar Ammar lalu berhenti membaca.

Ammar berhenti membaca surat itu dan mengaku didikte petugas Rutan. Dia mengakui surat pernyataan itu ditulisnya, namun isinya didikte oleh petugas Rutan.

"Ini bukan saya," ujar Ammar.

"Bukan, ini tulisan siapa?" tanya hakim.

"Nggak, ini semuanya saya yang menulis, tapi maksudnya saya disuruh," jawab Ammar.

"Disuruh siapa?" tanya hakim.

"Disuruh sama pihak Rutan, panggil aja besok," jawab Ammar.

Baca juga: Penyidik Bantah Tendang dan Intimidasi Ammar Zoni di Kasus Jual Narkotika




(mib/zap)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bupati Bogor Pastikan Kabar Ratusan Orang Terjebak di Area Tambang Emas Pongkor Hoaks
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Net Buy Jumbo Rp1,16 Triliun, Asing Serbu Saham-saham Ini
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Harga Emas Hari Ini 15 Januari 2026: Produk Antam Makin Kinclong
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Overthinking di Awal Tahun: Kenapa Pikiran Justru Makin Ramai?
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Standar Anti Penyuapan Jadi Pilar Baru Tata Kelola Modal Ventura
• 21 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.