Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat riset dan inovasi nasional dengan menambah alokasi anggaran penelitian bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia hingga Rp4 triliun.
Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto usai pertemuan dengan 1200 guru besar dari berbagai universitas di seluruh Indonesia.
“Bapak Presiden juga menambah alokasi dana untuk riset dan inovasi seluruh perguruan tinggi itu sampai Rp4 triliun,” jelas Brian
Baca Juga: Presiden Prabowo Ajak 1200 Guru Besar Diskusi di Istana Secara Tertutup
Lebih lanjut Brian menjelaskan bahwa kebijakan ini menjadi satu bukti bahwa Presiden Prabowo memang memberikan
amanah yang besar kepada perguruan tinggi, peneliti dan guru besar untuk menunjukkan kontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa.
“Jadi itu adalah satu bukti, satu gambaran betapa memang Bapak Presiden memberikan amanah yang besar kepada perguruan tinggi, kepada seluruh pendeliti, seluruh guru besar untuk memiliki kontribusi yang signifikan bagi kemajuan bangsa kita,” ujar Brian.
Terkait teknis penganggaran, Brian menyampaikan bahwa pembahasan lebih lanjut akan dilakukan bersama kementerian terkait.
“Tadi tidak secara rinci, tentu nanti kami diminta untuk berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan maupun Kementerian Sekretariat Negara, tetapi intinya Bapak Presiden meminta anggaran penelitian ditambah Rp4 triliun,” katanya.
Ia menegaskan bahwa tambahan anggaran tersebut diperuntukkan bagi seluruh perguruan tinggi tanpa terkecuali.
“Ya, seluruh perguruan tinggi,” ucapnya.
Brian juga menjelaskan bahwa prioritas riset akan diarahkan untuk mendukung pembangunan industri strategis nasional.
“Tadi sesuai arahan bahwa kita akan membangun cukup banyak industri yang akan dilokomotifi oleh Danantara, mulai dari industri waste to energy, kemudian hilirisasi mineral, hilirisasi pangan, dan sebagainya. Tadi ada 18 proyek strategi,” jelas Brian.
Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) ini juga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo berharap guru besar dari seluruh perguruan tinggi dapat mendukung riset sehingga kemandirian terhadap hilirisasi industri akan semakin tinggi.
“(Presiden berharap) perguruan tinggi membackup dengan riset-riset yang kuat sehingga kemandirian kita terhadap hilirisasi industri itu menjadi cukup tinggi. Mungkin seperti itu, Bapak Ibu,” pungkasnya.
Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk amanah besar Presiden kepada dunia akademik agar berkontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa.



