Agen ICE Kembali Lakukan Penembakan di Minneapolis, Korban Terluka

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Minneapolis: Seorang petugas Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) menembak seorang pria di bagian kaki di Minneapolis, kota yang pekan lalu juga dilanda insiden penembakan mematikan oleh agen ICE.

Dalam pernyataannya, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) menyebutkan bahwa petugas federal awalnya mengejar pria tersebut melalui kejaran kendaraan karena yang bersangkutan disebut berada di Amerika Serikat (AS) secara ilegal dan berasal dari Venezuela.

Pemerintah Kota Minneapolis mengonfirmasi bahwa seorang pria mengalami luka tembak dan telah dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi tidak mengancam jiwa. DHS juga menyatakan seorang petugas ICE turut dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan akibat cedera yang dialaminya.

Pejabat kota Minneapolis menyampaikan pernyataan melalui platform X yang dikutip BBC, “Kami memahami adanya kemarahan. Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang.” Mereka menambahkan, “Kota Minneapolis kembali menuntut agar ICE segera meninggalkan kota dan negara bagian ini.”

Menurut DHS, pria tersebut keluar dari kendaraannya dan terjadi bentrokan antara dirinya dan seorang petugas ICE. Dalam peristiwa yang sama, dua orang lain disebut keluar dari sebuah gedung apartemen di dekat lokasi dan diduga “menyerang” petugas tersebut.

“Karena takut akan keselamatan dan nyawanya saat disergap oleh tiga orang, petugas itu melepaskan tembakan untuk membela diri,” demikian pernyataan DHS, seraya menambahkan bahwa “kedua penyerang telah ditahan.”

BBC menyatakan belum dapat memverifikasi secara independen rincian dalam pernyataan tersebut. 

Kepala Kepolisian Minneapolis Brian O’Hara mengatakan bahwa Biro Investigasi Federal (FBI) tengah menyelidiki insiden ini.

Menanggapi penembakan terbaru tersebut, Wali Kota Minneapolis Jacob Frey menuduh petugas federal telah “menciptakan kekacauan” di seluruh negara bagian.

Tak lama setelah kabar penembakan menyebar, para pengunjuk rasa berkumpul di lokasi kejadian untuk mengecam operasi penggerebekan ICE di Minneapolis, kota terbesar di negara bagian Minnesota.

Sekitar 3.000 petugas ICE telah dikerahkan ke Minnesota dalam beberapa pekan terakhir. Aksi unjuk rasa juga terjadi pekan lalu setelah seorang perempuan berusia 37 tahun, Renee Nicole Good, tewas ditembak oleh agen ICE.

Pejabat federal menuduh Good berusaha menabrak petugas imigrasi dengan mobilnya, namun Frey menyatakan bahwa agen yang menembaknya telah bertindak secara sembrono.

Video yang beredar memperlihatkan agen ICE mendekati sebuah mobil yang berhenti di tengah jalan. Saat kendaraan itu mencoba melaju, salah satu agen mengarahkan senjata ke pengemudi, dan setidaknya dua tembakan terdengar.

FBI menyatakan tengah menyelidiki insiden tersebut.

Dalam pernyataan di platform X yang menanggapi laporan penembakan terbaru, Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche menyebut, “Pemberontakan di Minnesota adalah akibat langsung dari gubernur yang GAGAL dan wali kota yang BURUK yang mendorong kekerasan terhadap aparat penegak hukum. Ini menjijikkan.”

Tak lama sebelum kabar penembakan terbaru muncul, Gubernur Minnesota Tim Walz mengunggah video di media sosial yang mendesak Presiden Donald Trump untuk mengakhiri apa yang ia sebut sebagai “pendudukan” petugas ICE di negara bagian itu.

“Murka bukanlah kata yang cukup kuat,” ujar Walz dalam pernyataannya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mensesneg Bocorin Rencana Prabowo: Kampus Kedokteran Gratis Buat Semua!
• 7 menit lalumedcom.id
thumb
Cuaca Buruk, Evakuasi Jasad Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet Dilanjut Besok
• 14 jam laludetik.com
thumb
Profil Tyler Bigenho, Suami Aurelie Moeremans Si Ahli Kretek Langganan Seleb dan Seorang YouTuber
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Besok, Seribu Buruh Bakal Demo di DPR dan Kemnaker
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Trump Ragukan Reza Pahlavi Dapat Dukungan Rakyat Iran
• 1 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.