Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu (Pemkab Pulau Seribu) telah memangkas 606 pohon pada 2025 sebagai salah satu upaya untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan lingkungan.
“Ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta menjamin keamanan lingkungan di Kabupaten Kepulauan Seribu,“ kata Kepala Seksi Pertamanan dan Hutan Kota, UKT 2 Kabupaten Kepulauan Seribu, Irfan Damanhuri di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan kegiatan ini sebagai upaya mitigasi risiko bencana alam dan pemeliharaan estetika kawasan.
Pihaknya melakukan pemangkasan pohon secara intensif selama 2025 sebagai respons proaktif terhadap dinamika cuaca ekstrem dan pertumbuhan vegetasi yang cepat.
“Ini semua untuk memastikan bahwa ruang publik tetap aman bagi aktivitas warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Seribu,” kata dia.
Ia menambahkan kegiatan ini dilakukan secara merata dengan skala prioritas pada area permukiman padat, jalur transportasi utama, serta fasilitas sosial dan umum.
Pemangkasan dilakukan dengan standar operasional prosedur yang ketat, memperhatikan aspek kesehatan pohon sekaligus memastikan dahan yang berpotensi membahayakan jaringan listrik dan bangunan telah tertangani dengan tepat.
“Kegiatan ini merupakan bukti nyata dari sinergi antara petugas lapangan dengan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui berbagai kanal pengaduan maupun survei kebutuhan wilayah,” kata dia.
Irfan mengatakan selain berfungsi sebagai langkah pengamanan (safety measure), program pemangkasan ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan tata cahaya matahari bagi vegetasi di bawahnya serta menjaga keasrian wajah Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata unggulan.
“Kegiatan ini akan terus ditingkatkan guna mewujudkan lingkungan kabupaten yang tangguh, tertata, dan berkelanjutan di masa mendatang,” kata dia.
Kepulauan Seribu luasnya sekitar 7.006,48 kilometer persegi (km2) yang terdiri luas daratan sekitar 10,73 km2 dan luas lautan 6.997 km2.
Secara administratif, wilayah ini dibagi menjadi dua kecamatan utama yakni pertama, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara yang lebih difokuskan untuk konservasi dan wisata alam.
Kedua, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan yang lokasinya yang lebih dekat dengan daratan Jakarta dan padat penduduk.
Jadi, bisa diklasifikasi, pulang dengan fungsi pemukiman, umumnya ditempati penduduk lokal seperti Pulau Pramuka (pusat administrasi), Pulau Tidung dan Pulau Panggang.
Fungsi kedua adalah pulau untuk wisata/resor atau pulau yang dikelola secara privat untuk liburan, seperti Pulau Macan, Pulau Sepa dan Pulau Putri.
Fungsi ketiga adalah pulau konservasi/cagar alam, yakni wilayah yang dilindungi untuk menjaga ekosistem, seperti Pulau Rambut (surga burung) dan Pulau Onrust (situs sejarah kolonial).
Terakhir, data terbaru dari Dukcapil Kementerian Dalam Negeri dan BPS per akhir 2024 hingga memasuki 2026, total jumlah penduduk sekitar 30.334 jiwa atau bertumbuh tipis setiap tahun karena pada 2022 jumlah penduduknya masih sekitar 29.008 jiwa.
Persebarannya hanya di 11 pulau berpenghuni dari total sekitar 110 pulau yang ada.
Baca juga: Ganggu kabel listrik, pohon nangka di Grogol Petamburan dipangkas
Baca juga: "Dokter pohon" gencar inspeksi pohon rapuh di Jakbar
Baca juga: Pemkot Jaktim pangkas 20 ribu lebih pohon rawan tumbang per Desember
“Ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta menjamin keamanan lingkungan di Kabupaten Kepulauan Seribu,“ kata Kepala Seksi Pertamanan dan Hutan Kota, UKT 2 Kabupaten Kepulauan Seribu, Irfan Damanhuri di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan kegiatan ini sebagai upaya mitigasi risiko bencana alam dan pemeliharaan estetika kawasan.
Pihaknya melakukan pemangkasan pohon secara intensif selama 2025 sebagai respons proaktif terhadap dinamika cuaca ekstrem dan pertumbuhan vegetasi yang cepat.
“Ini semua untuk memastikan bahwa ruang publik tetap aman bagi aktivitas warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Seribu,” kata dia.
Ia menambahkan kegiatan ini dilakukan secara merata dengan skala prioritas pada area permukiman padat, jalur transportasi utama, serta fasilitas sosial dan umum.
Pemangkasan dilakukan dengan standar operasional prosedur yang ketat, memperhatikan aspek kesehatan pohon sekaligus memastikan dahan yang berpotensi membahayakan jaringan listrik dan bangunan telah tertangani dengan tepat.
“Kegiatan ini merupakan bukti nyata dari sinergi antara petugas lapangan dengan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui berbagai kanal pengaduan maupun survei kebutuhan wilayah,” kata dia.
Irfan mengatakan selain berfungsi sebagai langkah pengamanan (safety measure), program pemangkasan ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan tata cahaya matahari bagi vegetasi di bawahnya serta menjaga keasrian wajah Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata unggulan.
“Kegiatan ini akan terus ditingkatkan guna mewujudkan lingkungan kabupaten yang tangguh, tertata, dan berkelanjutan di masa mendatang,” kata dia.
Kepulauan Seribu luasnya sekitar 7.006,48 kilometer persegi (km2) yang terdiri luas daratan sekitar 10,73 km2 dan luas lautan 6.997 km2.
Secara administratif, wilayah ini dibagi menjadi dua kecamatan utama yakni pertama, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara yang lebih difokuskan untuk konservasi dan wisata alam.
Kedua, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan yang lokasinya yang lebih dekat dengan daratan Jakarta dan padat penduduk.
Jadi, bisa diklasifikasi, pulang dengan fungsi pemukiman, umumnya ditempati penduduk lokal seperti Pulau Pramuka (pusat administrasi), Pulau Tidung dan Pulau Panggang.
Fungsi kedua adalah pulau untuk wisata/resor atau pulau yang dikelola secara privat untuk liburan, seperti Pulau Macan, Pulau Sepa dan Pulau Putri.
Fungsi ketiga adalah pulau konservasi/cagar alam, yakni wilayah yang dilindungi untuk menjaga ekosistem, seperti Pulau Rambut (surga burung) dan Pulau Onrust (situs sejarah kolonial).
Terakhir, data terbaru dari Dukcapil Kementerian Dalam Negeri dan BPS per akhir 2024 hingga memasuki 2026, total jumlah penduduk sekitar 30.334 jiwa atau bertumbuh tipis setiap tahun karena pada 2022 jumlah penduduknya masih sekitar 29.008 jiwa.
Persebarannya hanya di 11 pulau berpenghuni dari total sekitar 110 pulau yang ada.
Baca juga: Ganggu kabel listrik, pohon nangka di Grogol Petamburan dipangkas
Baca juga: "Dokter pohon" gencar inspeksi pohon rapuh di Jakbar
Baca juga: Pemkot Jaktim pangkas 20 ribu lebih pohon rawan tumbang per Desember



:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250707_SOROTAN-LEGISLATOR-SULTENG_muhammad-safri-sorot-IUP-PT-HIR.jpg)
