Cuaca Ekstrem Bayangi Sulawesi Tenggara Sepekan Ke Depan

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Muhammad Aswan

TVRINews- Kendari, Sultra

BMKG memperingatkan potensi hujan lebat, angin kencang, dan kenaikan gelombang laut di sejumlah wilayah strategis.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca buruk yang diprediksi akan melanda wilayah Sulawesi Tenggara dalam satu pekan ke depan. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hidrometeorologi yang meningkat.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru dari Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang diperkirakan akan terkonsentrasi di beberapa titik, termasuk Kabupaten Konawe dan Konawe Utara.

Selain ancaman di daratan, BMKG juga menyoroti risiko signifikan di sektor perairan. Peningkatan tinggi gelombang diprediksi terjadi di wilayah perairan Baubau bagian selatan, Kepulauan Wakatobi, hingga Laut Banda bagian selatan. Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi keselamatan aktivitas pelayaran dan nelayan setempat.

Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, menjelaskan bahwa pola cuaca saat ini menunjukkan adanya sinergi antara curah hujan tinggi dan peningkatan kecepatan angin yang berdampak langsung pada stabilitas gelombang laut.

"Masyarakat perlu memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan curah hujan dan tinggi gelombang yang diperkirakan masih bertahan hingga beberapa hari mendatang," ujar Faizal dalam keterangan resminya.

Pihak otoritas menekankan pentingnya mitigasi mandiri bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana. Faizal juga menginstruksikan masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca secara real-time guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.

"Kami mengimbau agar warga senantiasa memperbarui informasi melalui saluran komunikasi resmi BMKG. Hal ini krusial agar langkah-langkah mitigasi dapat dipersiapkan secara lebih matang dan terukur," tambahnya.

Kondisi cuaca di wilayah Sulawesi Tenggara memang kerap mengalami fluktuasi tajam akibat pengaruh dinamika maritim. BMKG berkomitmen untuk terus memberikan pembaruan berkala guna memastikan keamanan publik di tengah ketidakpastian cuaca di awal tahun ini.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih di Jateng
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Satgas PKH: Setoran Denda Sawit Sudah Capai Rp 4,76 Triliun
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Perkuat Komitmen Ketahanan Air, TPIA Raih Rating A- dalam Carbon Disclosure Project 2025
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Stop bantuan tunai, Pemprov Kaltim beri latihan wirausaha bagi difabel
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Pembunuhan Satu Keluarga di Situbondo Masih Misteri, AKBP Bayu Bilang Begini
• 16 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.