Penulis: Aang Nugraha
TVRINews, Sumedang
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Serang yang berlokasi di Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, resmi beroperasi setelah dinyatakan memenuhi standar kelayakan higiene dan sanitasi.
Keberadaan dapur ini menjadi bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar pelajar serta kelompok rentan. Proses penyediaan hingga penentuan menu diawasi langsung oleh tenaga ahli gizi agar sesuai dengan kebutuhan siswa di setiap jenjang pendidikan.
Kepala SPPG Serang Cimalaka, Agung Adi, mengatakan dapur tersebut telah beroperasi selama sekitar satu minggu. Pada tahap awal, distribusi makanan bergizi dilakukan ke sejumlah sekolah serta kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Alhamdulillah, operasional sudah berjalan. Para relawan juga semakin bersemangat. Setiap hari kami melakukan kontrol agar tidak ada kekurangan, baik dari sisi kebersihan maupun distribusi,” ujar Agung, Kamis (15/1/2026).
Saat ini, jumlah penerima manfaat tercatat sebanyak 1.760 orang. Namun, jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat mulai pekan depan hingga mencapai sekitar 3.000 penerima manfaat, termasuk tenaga pendidik.
“Kalau karyawan dan staf, totalnya ada 35 orang, termasuk tenaga ahli gizi,” tambahnya.
Program MBG disambut antusias oleh para siswa SDN Malangbong, Desa Serang Cimalaka, yang memiliki 118 siswa dan 13 tenaga pendidik. Salah satu siswa, Sarah Azahra, mengaku sangat menyukai menu makanan yang dibagikan.
“Enak banget. Ada ayam, tempe, sayur, nasi kuning, dan buah rambutan. Aku paling suka rambutannya. Semoga program MBG ini terus ada,” kata Sarah.
Sementara itu, Owner A-391 selaku pengelola SPPG Serang, Egi Permana, yang turut terjun langsung dalam proses distribusi, menyampaikan bahwa pihaknya berupaya menyajikan menu yang disukai anak-anak agar mereka merasa senang dan nyaman.
Pada pendistribusian kali ini, menu yang disajikan antara lain nasi kuning, ayam goreng, sayuran, dan buah rambutan.
“Kami sering menerima surat permintaan menu dari sekolah. Selama memungkinkan, kami berusaha mengabulkan agar anak-anak lebih antusias datang ke sekolah dan menikmati makanannya,” ujar Egi.
Menurutnya, program MBG memberikan dampak positif terhadap semangat belajar siswa, terutama anak-anak usia dini yang sebelumnya kurang termotivasi untuk berangkat ke sekolah.
“Program ini bukan hanya soal makanan, tapi juga soal masa depan anak-anak. Kami para relawan merasa bersyukur karena selain bekerja, kami juga mendapatkan nilai sosial dan keberkahan,” ucapnya.
Egi mengaku terharu melihat langsung antusiasme siswa saat menerima makanan. Bahkan, ia sempat mendapat ucapan terima kasih dari orang tua siswa yang anaknya baru pertama kali merasakan minum susu melalui program MBG.
“Saya sampai meneteskan air mata karena terharu melihat adik-adik yang begitu senang menyambut program MBG ini,” pungkasnya.
Dengan terus bertambahnya jumlah SPPG di berbagai wilayah, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat dan berkontribusi pada peningkatan kualitas gizi anak serta kelompok rentan.
Editor: Redaktur TVRINews



