Prediabetes adalah kondisi ketika kadar gula darah berada di atas normal, namun belum masuk dalam kategori diabetes. Meski sering dikaitkan dengan orang dewasa, kondisi ini juga dapat terjadi pada anak-anak, Moms.
Salah satu kisah yang menjadi perhatian datang dari seorang anak berusia 5 tahun 8 bulan yang mengalami prediabetes akibat pola makan tidak sehat. Sang anak terbiasa mengonsumsi junk food dan makanan manis dalam kesehariannya. Kondisi ini membuat daya tahan tubuhnya menurun sehingga jadi lebih mudah sakit. Kisah tersebut dibagikan oleh sang ayah melalui akun Instagram @kiaraeliza.ramadhani.
Kabar baiknya, kondisi anak berangsur membaik setelah orang tuanya mulai melakukan perubahan pola hidup dan pola makan secara konsisten.
Kenapa Prediabetes Bisa Menyerang Anak?Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Abdussalam, Sp.A, menjelaskan penyebab prediabetes pada anak paling sering berkaitan dengan pola gaya hidup yang kurang sehat.
“Paling banyak disebabkan oleh gangguan pola hidup, seperti anak sering mengonsumsi makanan tinggi gula, makanan olahan atau ultra processed food (UPF), kurangnya aktivitas fisik, serta kurang tidur,” kata dr. Reza Abdussalam, SpA kepada kumparanMOM, Rabu (14/1).
Prediabetes pada anak tidak boleh dianggap sepele. Ya, Moms, karena jika sudah terjadi akan berdampak pada kesehatan jangka panjang.
“Prediabetes merupakan kondisi di mana kadar gula darah anak berada di atas normal. Pada kondisi ini, tubuh masih mampu memproses glukosa, tetapi pankreas harus memproduksi insulin dalam jumlah yang lebih tinggi dari normal untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil,” jelas dr. Reza.
Tanda-tanda Prediabetes pada AnakOrang tua perlu lebih peka terhadap perubahan kondisi anak. dr. Reza menyebutkan beberapa tanda yang dapat menimbulkan kecurigaan prediabetes pada anak, di antaranya:
Anak mudah merasa lelah
Sering merasa haus
Frekuensi buang air kecil lebih banyak dari biasanya
Nafsu makan meningkat
Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
Infeksi yang terjadi berulang
Luka yang sulit sembuh
Munculnya kulit kehitaman di lipatan leher, yang dikenal sebagai akantosis nigrikans
Jika anak mengalami satu atau beberapa tanda tersebut, orang tua disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak, Moms.
Nantinya, untuk memastikan apakah anak mengalami prediabetes, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, antara lain:
Pemeriksaan gula darah sewaktu
Pemeriksaan gula darah puasa
Pemeriksaan hemoglobin A1c
Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai kadar gula darah anak secara menyeluruh dan menentukan langkah penanganan yang tepat.
Dampak Prediabetes terhadap Tumbuh Kembang AnakPrediabetes yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada tumbuh kembang anak. Beberapa risiko yang dapat terjadi meliputi:
Risiko lebih besar mengalami diabetes tipe 2 di masa depan
Gangguan jantung dan pembuluh darah
Gangguan fungsi organ tubuh
Penurunan kualitas hidup karena anak menjadi lebih sering sakit
dr. Reza menekankan bahwa prediabetes pada anak masih dapat dicegah dan diperbaiki dengan perubahan gaya hidup yang konsisten. Langkah-langkah yang dapat dilakukan orang tua antara lain:
Menerapkan pola makan sehat dan seimbang
Mengurangi konsumsi minuman manis dan bergula
Membatasi makanan kemasan dan olahan
Memperbanyak konsumsi sayur, buah, protein, dan air putih
Mendorong anak untuk rutin melakukan aktivitas fisik
Memastikan anak mendapatkan waktu tidur yang cukup
Mengontrol berat badan anak secara berkala
Dengan deteksi dini serta perubahan pola hidup yang tepat, kondisi prediabetes pada anak dapat dikelola dengan baik dan risiko komplikasi di masa depan dapat diminimalkan.





