Kenali Gejala Prediabetes pada Anak Sebelum Terlambat

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Prediabetes adalah kondisi ketika kadar gula darah berada di atas normal, namun belum masuk dalam kategori diabetes. Meski sering dikaitkan dengan orang dewasa, kondisi ini juga dapat terjadi pada anak-anak, Moms.

Salah satu kisah yang menjadi perhatian datang dari seorang anak berusia 5 tahun 8 bulan yang mengalami prediabetes akibat pola makan tidak sehat. Sang anak terbiasa mengonsumsi junk food dan makanan manis dalam kesehariannya. Kondisi ini membuat daya tahan tubuhnya menurun sehingga jadi lebih mudah sakit. Kisah tersebut dibagikan oleh sang ayah melalui akun Instagram @kiaraeliza.ramadhani.

Kabar baiknya, kondisi anak berangsur membaik setelah orang tuanya mulai melakukan perubahan pola hidup dan pola makan secara konsisten.

Kenapa Prediabetes Bisa Menyerang Anak?

Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Abdussalam, Sp.A, menjelaskan penyebab prediabetes pada anak paling sering berkaitan dengan pola gaya hidup yang kurang sehat.

“Paling banyak disebabkan oleh gangguan pola hidup, seperti anak sering mengonsumsi makanan tinggi gula, makanan olahan atau ultra processed food (UPF), kurangnya aktivitas fisik, serta kurang tidur,” kata dr. Reza Abdussalam, SpA kepada kumparanMOM, Rabu (14/1).

Prediabetes pada anak tidak boleh dianggap sepele. Ya, Moms, karena jika sudah terjadi akan berdampak pada kesehatan jangka panjang.

“Prediabetes merupakan kondisi di mana kadar gula darah anak berada di atas normal. Pada kondisi ini, tubuh masih mampu memproses glukosa, tetapi pankreas harus memproduksi insulin dalam jumlah yang lebih tinggi dari normal untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil,” jelas dr. Reza.

Tanda-tanda Prediabetes pada Anak

Orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan kondisi anak. dr. Reza menyebutkan beberapa tanda yang dapat menimbulkan kecurigaan prediabetes pada anak, di antaranya:

  1. Anak mudah merasa lelah

  2. Sering merasa haus

  3. Frekuensi buang air kecil lebih banyak dari biasanya

  4. Nafsu makan meningkat

  5. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas

  6. Infeksi yang terjadi berulang

  7. Luka yang sulit sembuh

  8. Munculnya kulit kehitaman di lipatan leher, yang dikenal sebagai akantosis nigrikans

Jika anak mengalami satu atau beberapa tanda tersebut, orang tua disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak, Moms.

Nantinya, untuk memastikan apakah anak mengalami prediabetes, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, antara lain:

Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai kadar gula darah anak secara menyeluruh dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Dampak Prediabetes terhadap Tumbuh Kembang Anak

Prediabetes yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada tumbuh kembang anak. Beberapa risiko yang dapat terjadi meliputi:

Cara Mencegah Prediabetes pada Anak

dr. Reza menekankan bahwa prediabetes pada anak masih dapat dicegah dan diperbaiki dengan perubahan gaya hidup yang konsisten. Langkah-langkah yang dapat dilakukan orang tua antara lain:

Dengan deteksi dini serta perubahan pola hidup yang tepat, kondisi prediabetes pada anak dapat dikelola dengan baik dan risiko komplikasi di masa depan dapat diminimalkan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Kumpulkan Rektor hingga Guru Besar di Istana
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
• 23 jam lalusuara.com
thumb
Bos Danantara Ungkap Valuasi Saham Telkom Tembus Ratusan Triliun
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bonjowi Desak Komisi Informasi Panggil Jokowi dan Pratikno
• 8 jam lalufajar.co.id
thumb
INFOGRAFIK: Menimbang Chromebook dengan Sistem Laptop Lain untuk Sekolah
• 12 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.