Bekasi Darurat Sampah, Warga Diminta Kendalikan Sampah agar Tak Berakhir di TPA

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi meminta masyarakat untuk lebih sadar dan peduli terhadap lingkungan dengan melakukan pemilahan sampah dari sumbernya, terutama sampah rumah tangga.

Kepala Bidang Penanganan Sampah dan Kemitraan DLH Kota Bekasi Andy Frengky mengatakan, pengendalian sampah harus dimulai dari hulu agar tidak seluruhnya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Sebenarnya sumber sampah ini yang harus kita kendalikan. Di Kota Bekasi sendiri sudah dibentuk bank sampah sebanyak 1.020 bank sampah lebih,” ujar Andy saat ditemui Kompas.com, Kamis (15/1/2026).

Baca juga: Bekasi Darurat Sampah, TPA Sumur Batu Overload dan Akses Tertutup Longsor

Andy menuturkan, sampah yang bersumber dari rumah tangga sejatinya dapat ditekan apabila masyarakat secara konsisten melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik.

Selain itu, ia berharap keberadaan bank sampah dapat menjadi sarana edukasi bagi warga untuk mengurangi dan memilah sampah sejak dari rumah.

“Nah, diharapkan bank sampah-bank sampah tersebut itu bisa membantu mengedukasi masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah,” katanya.

Tak hanya melalui bank sampah, DLH Kota Bekasi juga berencana mendorong pengurangan sampah melalui pola komposting, khususnya untuk sampah organik.

“Ke depan kami juga berencana melakukan pengurangan melalui pola komposting, sehingga masyarakat bisa memilah sampah dan menyerahkannya ke bank sampah yang ada di masing-masing wilayah,” ujar Andy.

Di sisi lain, Andy mengakui pelayanan pengangkutan sampah di Kota Bekasi saat ini belum berjalan optimal. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu yang telah melebihi kapasitas.

Ia mengatakan, pengangkutan sampah di seluruh wilayah Kota Bekasi tetap dilakukan, tetapi frekuensinya mengalami penyesuaian akibat kondisi darurat.

Baca juga: Kelakar Rano Disurati Komunitas Madura Bongkar Tiang Monorel: Belum Dibalas, 2 Tiang Hilang

“Karena TPA kita juga sudah overload ditambah lagi ada longsor sampah, sehingga pelayanan pengangkutan sampah itu dalam kondisi tidak normal,” ujarnya.

“Artinya yang biasanya mungkin bisa diangkut dua kali seminggu, sekarang jadi hanya bisa satu kali seminggu,” lanjut Andy.

Andy menyebut, Kota Bekasi saat ini berada dalam kondisi darurat sampah seiring keterbatasan daya tampung TPA Sumur Batu.

“Jadi memang Kota Bekasi masuk dalam kota darurat sampah. Di mana TPA Sumur Batu itu dalam kondisi overload,” ujar Andy.

Menurut dia, persoalan sampah di Kota Bekasi semakin diperparah oleh cuaca ekstrem dan hujan yang terjadi secara terus-menerus dalam beberapa waktu terakhir.

“Ditambah lagi kondisi cuaca itu hujan terus-menerus sehingga menimbulkan longsoran terhadap akses jalan utama yang ada di TPA Sumur Batu,” katanya.

Akibat longsoran tersebut, akses utama menuju TPA Sumur Batu sempat tertutup dan memicu antrean kendaraan pengangkut sampah.

Baca juga: Tanpa Lift dan Eskalator, Halte Transjakarta Koridor 13 Jadi Tantangan Berat Penumpang

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Hal ini berdampak langsung pada terganggunya pelayanan pembuangan sampah di sejumlah wilayah.

Andy menegaskan, kondisi overload di TPA Sumur Batu menjadi tantangan besar di tengah meningkatnya volume sampah dari berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, kawasan permukiman, hingga sektor usaha dan industri.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Warga Tolak Pilkada Via DPRD: Harusnya Mandat Rakyat, Jadi Mandat Elite
• 8 jam lalukompas.com
thumb
BMKG Peringatkan Gelombang Laut hingga 2,5 Meter di Perairan NTT hingga 18 Januari 2026
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Zoe Saldana Gulingkan Scarlett Johansson dari Tahta Aktris Berpenghasilan Tertinggi Sepanjang Masa
• 19 jam laluinsertlive.com
thumb
Indonesian Vice President Postpones Yahukimo Visit over Security Concerns
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Garuda Indonesia Group Angkut 1,5 Juta Penumpang Selama Nataru
• 21 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.