Sebanyak 24 desa/gampong di Kabupaten Aceh Tengah masih terisolir karena akses ke daerah itu terputus akibat banjir bandang dan longsor. Masih ada jembatan dan jalan yang rusak.
Dilansir Antara, Kamis (15/1/2026), banjir dan longsor itu terjadi pada 26 November 2025. Hingga hari ini, masih ada 24 desa yang terisolir
"Sesuai data yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, tercatat wilayah yang masih terisolir tersebar di Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge. Pemerintah juga terus berupaya membuka akses," kata Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin.
Ia menjelaskan di Kecamatan Bintang terdapat satu desa yang masih terisolir yakni Desa Serule dengan jumlah penduduk terdampak sebanyak 582 jiwa.
Akses menuju desa tersebut belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat timbunan longsor pada badan jalan.
Selanjutnya, Kecamatan Ketol menjadi wilayah dengan desa terisolir terbanyak. Desa-desa yang terdampak meliputi Bergang, Karang Ampar, Pantan Reduk, Serempah, Bah, Bintang Pepara, Buge Ara, Kekuyang, dan Burlah, dengan total penduduk terdampak mencapai 4.951 jiwa.
"Wilayah di sana terisolir disebabkan jembatan putus serta longsor yang menutup badan jalan," katanya.
Menurut dia sebagian desa sudah mulai bisa dilalui kendaraan roda dua seperti desa Serempah dan Bah, namun akses roda empat masih belum dapat melintas.
Di Kecamatan Silih Nara, terdapat dua desa yang masih terisolir, yakni Terang Engon dan Bius Utama Dusun Gantung Langit, dengan jumlah penduduk terdampak sebanyak 254 jiwa.
"Akses menuju kedua desa tersebut tidak dapat dilalui baik menggunakan roda dua maupun empat akibat putusnya jembatan Mulie dan jembatan Gantung Langit," katanya.
Sementara itu, di Kecamatan Rusip Antara terdapat lima desa yang masih terisolir, yaitu Pilar Jaya, Pilar Weh Kiri, Tirmiara, Mekar Maju, dan Arul Pertik, dengan total penduduk terdampak 2.765 jiwa.
Murthalamuddin mengatakan akses kendaraan roda dua ke sejumlah desa mulai terbuka, namun kendaraan roda empat masih belum dapat melintas akibat timbunan longsor serta putusnya sejumlah jembatan di wilayah tersebut.
Adapun kecamatan terakhir yang masih mengalami keterisolasian berada di Kecamatan Linge. Di wilayah tersebut desa-desa yang masih terisolir yakni Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung, Penarun, dan Umang, dengan total penduduk terdampak mencapai 2.362 jiwa.
Menurut dia keterisolasian di wilayah tersebut disebabkan putusnya Jembatan Kala Ili serta longsor di sejumlah titik jalan.
"Akses kendaraan roda dua hanya bisa ke Desa Penarun dan Umang, untuk kendaraan roda empat masih belum dapat melintas," katanya.
Murthalamuddin menyampaikan, pemerintah terus berupaya mempercepat penanganan darurat serta pemulihan akses ke wilayah-wilayah yang masih terisolir, termasuk melalui pembukaan jalur darat sementara dan penanganan infrastruktur yang rusak akibat bencana.
"Upaya penanganan terus dilakukan secara bertahap agar akses masyarakat kembali normal, terutama di desa-desa yang hingga kini masih terisolir," kata Murthalamuddin.
(rdp/idh)





