Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Internasional Modus Cairan Rokok Elektrik

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Eji Andino

TVRINews, Pangkalpinang

Aparat kepolisian berhasil mengungkap peredaran narkotika jaringan internasional yang mencoba mengecoh petugas dengan menyamarkan sabu cair ke dalam kemasan cairan rokok elektrik. Modus tersebut diduga digunakan untuk mempermudah distribusi sekaligus memperluas jangkauan peredaran.

Pengungkapan kasus ini bermula dari ditemukannya paket sabu cair yang dikirim dari Malaysia dan dikendalikan oleh seorang residivis berinisial YG. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan sebanyak 80 kemasan cairan rokok elektrik yang berisi sabu cair siap edar, dengan masing-masing kemasan mengandung sekitar 5 miligram.

Diperkirakan, nilai total barang bukti sabu cair tersebut mencapai lebih dari Rp700 juta, dengan harga jual sekitar Rp7 juta per kemasan. Polisi menilai penyamaran sabu cair ke dalam cairan rokok elektrik merupakan strategi jaringan internasional untuk menghindari deteksi aparat.

Selain barang bukti narkotika, penyidik juga menemukan indikasi tindak pidana pencucian uang yang terkait jaringan tersebut. Petugas menyita satu unit rumah dan dua mobil mewah yang menguatkan dugaan bahwa sabu cair telah diedarkan tidak hanya di Pangkalpinang, tetapi juga di sejumlah kota besar lainnya.

Kombes Pol Max Mariners, Kapolresta Pangkalpinang, menjelaskan saat penangkapan, kami belum mengetahui bahwa tersangka telah membeli rumah dan kendaraan mewah. 

"Setelah penggeledahan, nilai barang bukti sesuai dengan kisaran harga yang diakui tersangka, yaitu Rp7 hingga Rp8 juta per kemasan. Dari situ kami menilai ada kemungkinan barang ini telah diedarkan di Pangkalpinang maupun kota lain," ucapnya.

Penyidik saat ini terus menelusuri aliran dana dan kemungkinan keterlibatan jaringan lain dalam peredaran sabu cair tersebut.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Meikarta Mau Bangun Rumah Subsidi, James Riady Sudah Hadap Prabowo
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KPK Bantah Lindungi Bos Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji
• 7 jam lalusuara.com
thumb
DSI Gagal Bayar Rp1,2 Triliun, Ini Langkah OJK dan PPATK
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tim Terpadu Tertibkan Tambang Ilegal di Pasaman, Pemprov Sumbar Siapkan Skema IPR
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Asep Wahyuwijaya Sambut Baik Keinginan Pemerintah Bangun BUMN Tekstil
• 6 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.