- Direktur Yayasan Keadilan mengingatkan pemerintah Prabowo akan konflik senjata serius di Papua bagian Timur.
- Wapres Gibran membatalkan kunjungan ke Yahukimo pada 14 Januari 2026 karena adanya penembakan TPNPB.
- Kegagalan intelijen menyebabkan penjadwalan kunjungan ke Yahukimo yang rawan konflik bersenjata dan ancaman korban.
Suara.com - Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hesegem, mengingatkan pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menyadari adanya konflik senjata yang menjadi masalah wilayah Indonesia bagian Timur.
Theo mengatakan hal tersebut terbukti dari keputusan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang membatalkan agenda kunjungan ke Kabupaten Yahukimo, pada Rabu (14/1/2026) kemarin.
Menurutnya, penyebab Gibran batal berangkat ke Yahukimo karena terjadi penembakan ke arah pesawat.
"Karena Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) melakukan penembakan terhadap pesawat Hercules, sehingga beliau kembali ke Jakarta dengan alasan: ada perintah balik," kata Theo dalam keterangan tertulis yang diizinkan dikutip Suara.com, Kamis (15/1/2026).
Menurut Theo, seharusnya bila mengetahui kondisi di Yahukimo tidak aman, kunjungan RI 2 ke sana tidak perlu dijadwalkan sama sekali.
Ia mempertanyakan kinerja intelijen dalam menghimpun informasi sehingga ada keinginan Gibran berkunjung ke Yahukimo sebelumnya.
"Mungkin ini, kerja Intelijen yang sangat tidak profesional, sehingga dijadwalkan Wapres melakukan kunjungan ke Yahukimo. Kemudian batal tiba-tiba," kata dia.
"Kalau memang intelijen kerjanya profesional dan mengetahui di daerah Yahukimo rawan konflik, mengapa dijadwalkan berkunjung?" Theo menambahkan.
Theo turut mempertanyakan apa kepentingan dan agenda kunjungan Gibran ke Yahukimo.
Baca Juga: Alarm Keamanan di Yahukimo, Pangdam Minta Gibran Tak Mendarat: Ada Gerakan Misterius
Menurutnya, bila kunjungan ke Yahukimo dimaksudkan penyelesaian konflik bersenjata dan pelanggaran HAM, ia meyakini tidak.
"Saya percaya tidak! Ini hanya kunjungan kepentingan infrastruktur dan kepentingan orang Jakarta," kata Theo.
Menurut Theo tidak masalah pembangunan infrastruktur terus dilakukan. Tetapi, ia mengingatkan bila daerah yang menjadi target pembangunan tidak aman pasti akan ada korban.
"Dan akan gagal dalam proses pekerjaan. Karena ada pengalaman pengusaha pekerja dibunuh dan dieksekusi oleh TPNPB Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat. Saya percaya bahwa pengalaman-pengalaman ini tidak pernah dievaluasi oleh pemerintah pusat hingga sampai ke daerah," tutur Theo.
"Menurut pandangan saya, kunjungan ini hanya sebagai kunjungan srimonial saja, diistilakan intinya bapak datang anak senang," sambungnya.
Video penembakan

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473967/original/033554600_1768463008-Utusan_Khusus_Presiden_Bidang_Pembinaan_Generasi_Muda_dan_Pekerja_Seni_Raffi_Ahmad_menghadiri_Peringatan_Hari_Desa_Nasional_2026.jpg)
