Presiden Prabowo Sampaikan Taklimat Strategis kepada 1.200 Pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia

pantau.com
1 hari lalu
Cover Berita

Pantau - Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada sekitar 1.200 pimpinan perguruan tinggi, termasuk guru besar, dekan, dan rektor bidang sosial humaniora dari perguruan tinggi negeri dan swasta, yang berlangsung di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Kamis pagi.

Pertemuan ini bertujuan menyampaikan pandangan Presiden mengenai penyelenggaraan negara dan tantangan nasional, termasuk isu strategis seperti ketahanan energi, hilirisasi industri, kondisi ekonomi, serta dinamika geopolitik global.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Taklimat Bahas Energi, Hilirisasi, dan Ketahanan Nasional

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menjelaskan berbagai kondisi strategis nasional secara langsung kepada para peserta.

"Tadi Bapak Presiden memberikan penjelasan kepada semua pimpinan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Saya kebetulan mendampingi, Bapak Presiden menjelaskan tentang kondisi negara kita, kondisi ekonomi, kedaulatan pangan, termasuk membahas tentang hilirisasi dan energi ya," ungkapnya.

Menurut Bahlil, pertemuan ini menjadi ruang komunikasi antara Presiden dan pimpinan akademik guna menyelaraskan pandangan dalam menghadapi tantangan nasional dan global.

Ia menambahkan bahwa tidak ada pembahasan spesifik terkait pengelolaan tambang oleh perguruan tinggi dalam pertemuan tersebut, namun secara regulasi, kampus dapat menjadi penerima manfaat.

"Tidak dijelaskan secara spesifik, tetapi bahwa memang secara undang-undang sekarang adalah kampus bisa menerima manfaat, penerima manfaat daripada pengelolaan tambang," ia mengungkapkan.

Presiden Hanya Sampaikan Taklimat, Tanpa Dialog

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa taklimat Presiden juga mencakup isu geopolitik, ekonomi terkini, swasembada pangan, serta program strategis pemerintah lainnya.

"Tadi taklimat saja, tidak ada dialog," ungkap Airlangga.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menambahkan bahwa kegiatan ini mencerminkan perhatian Presiden terhadap sektor pendidikan dan keinginan untuk melibatkan perguruan tinggi dalam pembangunan nasional.

"Ini bagian dari agenda Bapak Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintah untuk berdiskusi, menyampaikan pandangan-pandangan Beliau, update-update terhadap kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik, dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan," ujarnya.

Pertemuan tersebut berlangsung tertutup tanpa sesi tanya jawab, dengan fokus pada penyampaian pandangan Presiden secara langsung kepada para akademisi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pabrik Herbal di Gunung Putri Bogor Kebakaran, 5 Unit Damkar Dikerahkan
• 8 jam laludetik.com
thumb
Video: Pemerintah Tambah Anggaran Riset Rp 4 T
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
DPR Sesalkan Insiden Guru-Murid Saling Serang di Jambi: Sekolah Bukan Arena Tinju!
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Kebersihan Gigi dan Mulut yang Buruk Tingkatkan Risiko Pneumonia, Penyebab Utama Kematian Anak dan Lansia
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Aliyah Nilai Pembinaan Warga Binaan Investasi SDM, Bukan Beban Sosial
• 2 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.