EtIndonesia. Tiga turis wanita dari Taiwan baru-baru ini menjadi berita utama di Andorra setelah mengemudi ke lereng ski bersalju saat mengikuti petunjuk GPS.
Sistem navigasi GPS tidak diragukan lagi merupakan salah satu keajaiban kehidupan modern, tetapi terkadang, sistem ini dapat mengacaukan segalanya bagi penggunanya, membuat mereka berada dalam situasi yang tidak akan pernah mereka alami. Contohnya, tiga wanita muda asal Taiwan yang berakhir di lereng ski di negara kecil Eropa, Andorra, setelah mengikuti instruksi sistem GPS mobil mereka.
Foto-foto sebuah Mercedes hitam yang terjebak di dasar lereng bersalju, di samping mesin pembuat salju, telah beredar di media sosial, terutama karena kisah peringatan di baliknya.
Pada tanggal 6 Januari, layanan darurat di Bordes d’Envalira, dekat area ski Grau Roig, menerima beberapa panggilan tentang sebuah mobil di salju setelah keluar jalur. Laporan tersebut dikonfirmasi, dan setelah memastikan keselamatan penumpang, operasi penyelamatan pun dimulai.
Mengembalikan mobil ke jalan raya adalah operasi kompleks yang membutuhkan tiga derek logam dan lebih dari tiga jam kerja. Dan itu semua karena petunjuk dari sistem navigasi GPS dan kurangnya pengalaman tiga turis dari Taiwan yang menggunakannya untuk menemukan jalan di sekitar Bordes d’Envalira. Meskipun mereka jelas tahu bahwa mereka telah keluar jalur, mereka terus mengikuti instruksi GPS sampai mobil terjebak di salju.
Untungnya, tidak ada yang terluka, dan ketiga turis wanita itu bahkan berpose untuk foto di samping mobil sewaan mereka sebelum diselamatkan. Ini pasti akan menjadi pengalaman yang tidak akan pernah mereka lupakan, tetapi, bagi kita semua, ini berfungsi sebagai pengingat bahwa kita harus lebih mengandalkan akal sehat daripada instruksi GPS, bahkan ketika kita tidak mengenal daerah yang kita lewati.(yn)




