Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 22 Januari

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI perpanjang operasi modifikasi cuaca untuk antisipasi puncak hujan.
  • Operasi penyemaian garam di awan ini diperpanjang hingga 22 Januari 2026.
  • Langkah ini dinilai lebih efisien daripada menanggung kerugian akibat bencana banjir.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang durasi Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC sebagai langkah antisipasi untuk membendung ancaman banjir besar di Ibu Kota. Kebijakan ini diambil setelah BMKG memprediksi puncak hujan lebat akan terjadi pada 18-20 Januari 2026.

Awalnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan operasi ini berlangsung selama lima hari sejak 13 Januari. Namun, kegiatan penyemaian garam di awan kini resmi dilanjutkan hingga 22 Januari 2026.

Langkah Antisipasi Cuaca Ekstrem

Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyatakan bahwa operasi ini merupakan kolaborasi intensif antara Pemprov DKI, BMKG, dan TNI Angkatan Udara. Tujuannya adalah untuk mengurangi intensitas curah hujan di wilayah-wilayah rawan.

"BPBD melaksanakan operasi modifikasi cuaca sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi," ujar Isnawa dalam keterangan tertulis, Kamis (15/1/2026).

Ia menambahkan, upaya ini melengkapi berbagai langkah mitigasi lain yang telah dilakukan, seperti optimalisasi pompa, pengerukan saluran, dan penyiagaan personel di lapangan.

Anggaran Fleksibel Disiapkan

Sebelumnya, Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa kebijakan modifikasi cuaca adalah upaya preventif yang dinilai lebih efisien dibandingkan harus menanggung kerugian akibat banjir.

Pemprov DKI bahkan telah menyiapkan skema anggaran yang fleksibel untuk mendukung operasi "tameng langit" ini hingga satu bulan penuh jika diperlukan.

Baca Juga: Perempuan Berselimut Air Hujan

"Kami sudah menganggarkan untuk 30 hari ini. Kalau harus setiap hari melakukan modifikasi cuaca, akan kami lakukan," tutur Pramono pada Selasa (13/1/2026).

"Karena hitungan kami, dampak banjir dibandingkan dengan melakukan modifikasi cuaca, maka lebih baik dilakukan modifikasi cuaca," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mensesneg Paparkan Koreksi Prabowo Terkait Desain IKN: Embung Ditambah hingga Antisipasi Kebakaran Hutan
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Ramai Isu Anak Denada, Ustaz Derry Sulaiman Tegaskan: Saya Tidak Tahu Ayah Kandung Ressa
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Penerapan B40 Berlanjut hingga 2026, Pemerintah Naikkan Pungutan Ekspor CPO
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Trump Melunak, Sebut Tidak Ada Pendemo Rusuh di Iran yang Tewas
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Kritik ”Mens Rea” dan Ilusi Rumah bagi Kelas Menengah
• 14 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.