BRIN Dukung Nelayan Wujudkan Ekonomi Biru Melalui Pemanfaatan Kapal Bertenaga Matahari

liputan6.com
6 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendukung upaya untuk nelayan kecil dalam menciptakan sebuah ekonomi biru yang tangguh dan berkelanjutan di Indonesia, dengan menghasilkan kapal listrik dengan pendingin bertenaga surya.

Kapal yang disebut dengan 'Clean Energy Elecric Boat Innovation Expo', di Pulau Tunda, Banten, sebagai bagian dari proyek SeaBLUE yang dilaksanakan oleh United Nations Development Programme (UNDP).

Advertisement

BACA JUGA: Luhut Genjot Percepatan Riset Ketahanan Pangan Nasional

Bersamaan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dengan mendukung pada pendanaan dari Pemerintah Jepang. 

"Kemitraan kami dengan UNDP memastikan bahwa kapal listrik tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Kepala BRIN Arif Satria dikutip dari Antara, Kamis (15/1/2026).

Arif menerangkan betapa pentingnya inovasi dari sisi teknis. Menurutnya, transisi untuk menuju kapal bertenaga listrik tersebut merupakan langkah yang krusial dalam upaya dekarbonisasi pada sektor perikanan.

"Dengan mengombinasikan penyempurnaan desain, pelatihan langsung, dan pemantauan berkelanjutan, kami membangun fondasi untuk implementasi yang lebih luas di wilayah pesisir Indonesia," ucap Arif.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN Aam Muharam menerangkan, lewat proyek SeaBLUE, UNDP memperkenalkan kapal listrik dan cooler box atau kotak pendingin dalam tenaga surya.

"Tujuannya untuk membantu nelayan kecil menurunkan biaya bahan bakar, mengurangi emisi, dan juga menjaga kesegaran hasil tangkapan," kata Aam.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bunga Deposito Naik Lagi, Bankir Ungkap Alasannya
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bonjowi Desak Komisi Informasi Panggil Jokowi dan Pratikno
• 15 jam lalufajar.co.id
thumb
Dorong SDM Unggul, Pemerintah Tambah Beasiswa LPDP STEM hingga 80 Persen
• 7 jam laludisway.id
thumb
Ngeri! Tanah di Aceh Tengah Terus Ambles Sejak 20 Tahun, Jalan Utama Terancam Putus
• 4 jam lalugenpi.co
thumb
Mentan Rehabilitasi 98 Ribu Hektare Sawah Pascabencana di Sumatera
• 12 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.