Gunung Semeru kembali luncurkan APG sejauh 4 kilometer

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali meluncurkan awan panas guguran (APG) sejauh 4 kilometer dari atas puncak Mahameru pada Kamis sore.

"APG terjadi pada pukul 17.08 WIB dengan jarak luncur 4.000 meter dan terhenti dititik itu," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho saat dikonfirmasi per telepon.

Menurutnya jarak luncur sejauh 4 kilometer tersebut aman dan jauh dari pemukiman penduduk, namun BPBD Lumajang tetap mengimbau masyarakat di lereng Gunung Semeru untuk meningkatkan kewaspadaannya.

"Saat ini hujan abu vulkanik sementara dilaporkan terjadi di Desa Klopo sawit dan Sumbermujur di Kecamatan Candipuro. Kami imbau masyarakat yang keluar rumah untuk menggunakan masker," tuturnya.

Sementara Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto mengatakan terjadi 40 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 94-139 detik pada pengamatan kegempaan Kamis pukul 12.00-18.00 WIB.

Baca juga: Badan Geologi: Waspada aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih tinggi

"Terjadi satu kali gempa guguran dengan amplitudo 6 mm dan lama gempa 37 detik dan satu kali gempa embusan dengan amplitudo 8 mm, dan lama gempa 44 detik," katanya.

Gunung Semeru dalam status Level III (Siaga), sehingga pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ujarnya.

Liswanto juga mengimbau masyarakat tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat juga harus mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Baca juga: Badan Geologi laporkan peningkatan kegempaan Gunung Marapi akhir 2025

Baca juga: Aktivitas Gunung Kerinci meningkat, SPTN Wilayah I hentikan pendakian

Baca juga: Waspada, intensitas erupsi Gunung Ile Lewotolok NTT meningkat


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Realisasi Rumah Subsidi Capai 278.868 Unit, Mayoritas Penerima Gen Z & Milenial
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Pertamina dan Kemenhut Jalin Kerja Sama Optimalisasi Fungsi KHDTK untuk Perkuat Tata Kelola Kehutanan
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Petugas Haji 2026 Dilarang Kenakan Ihram di Armuzna, Kemenhaj: Orientasi Utama Adalah Pelayanan
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Isra Miraj Telah Tiba, Pertanda Sebentar Lagi Bulan Ramadhan, Umat Islam Dianjurkan Berdoa Bila Merindukan Bulan Suci
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Overthinking di Awal Tahun: Kenapa Pikiran Justru Makin Ramai?
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.