Jakarta (ANTARA) - Transportasi Jakarta (Transjakarta) telah tumbuh bersama masyarakat dengan melayani lebih dari 1,4 juta pelanggan setiap hari pada 233 rute yang menghubungkan seluruh sudut kota dan daerah penyangga kota metropolitan ini.
Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza menyatakan bahwa setiap pencapaian yang diraih Transjakarta hari ini adalah hasil dari suara dan kepercayaan pelanggan.
“Transjakarta tidak tumbuh sendirian. Kami ada dan berkembang karena kritik, saran, serta kesetiaan pelanggan yang terus mendorong kami untuk berbenah,” kata Welfizon dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Ia juga menyebutkan, transformasi ini bukan tentang Transjakarta, melainkan tentang komitmen untuk menyediakan layanan yang lebih inklusif dan relevan bagi setiap pelanggan yang mengandalkan TransJakarta setiap hari.
"Lebih dari sekadar perayaan angka, momentum ini menjadi bentuk penghormatan bagi jutaan warga Jakarta yang telah menjadikan Transjakarta sebagai bagian dari denyut nadi kehidupan mereka," katanya.
Baca juga: Polisi lacak mobil masuk jalur Transjakarta dan lawan arus di Matraman
Welfizon menambahkan bahwa sejak perluasan Koridor 2 dan 3 pada tahun 2006, masyarakat Jakarta telah menunjukkan adaptasi luar biasa terhadap budaya bertransportasi baru.
"Transjakarta mengapresiasi pelanggan yang telah membangun budaya tertib dan antre, menjadikan transportasi publik bukan sekadar alat angkut, melainkan ruang sosial yang inklusif dan setara bagi semua lapisan warga," katanya.
Ia juga menyebutkan, inovasi berbasis kebutuhan pelanggan mendengarkan aspirasi pelanggan untuk transportasi yang lebih bersih dan modern.
"Transjakarta terus bertransformasi mobilitas hijau dengan mengerahkan 470 bus listrik kini telah beroperasi dengan target 100 persen elektrifikasi pada 2030," katanya.
Baca juga: Transjakarta catat 6.700 lebih barang tertinggal sepanjang 2025
Selain itu, revitalisasi halte kini difokuskan agar lebih aksesibel dan nyaman, berfungsi sebagai ruang interaksi sosial dan kegiatan budaya warga dan integrasi digital.
Begitu juga aplikasi TJ terus dikembangkan untuk memudahkan mobilitas pengguna. sementara optimalisasi layanan seperti "Open Top Tour" hadir untuk memberikan sisi rekreasi yang terjangkau bagi semua keluarga.
Sinergi dan perbaikan di lapangan Transjakarta juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui "Program Rabu Transum", memastikan bahwa setiap kebijakan diambil berdasarkan realitas yang dirasakan oleh pelanggan di setiap halte dan bus.
"Kami ingin mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh pelanggan yang telah membersamai perjalanan panjang transformasi ini," katanya.
Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza menyatakan bahwa setiap pencapaian yang diraih Transjakarta hari ini adalah hasil dari suara dan kepercayaan pelanggan.
“Transjakarta tidak tumbuh sendirian. Kami ada dan berkembang karena kritik, saran, serta kesetiaan pelanggan yang terus mendorong kami untuk berbenah,” kata Welfizon dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Ia juga menyebutkan, transformasi ini bukan tentang Transjakarta, melainkan tentang komitmen untuk menyediakan layanan yang lebih inklusif dan relevan bagi setiap pelanggan yang mengandalkan TransJakarta setiap hari.
"Lebih dari sekadar perayaan angka, momentum ini menjadi bentuk penghormatan bagi jutaan warga Jakarta yang telah menjadikan Transjakarta sebagai bagian dari denyut nadi kehidupan mereka," katanya.
Baca juga: Polisi lacak mobil masuk jalur Transjakarta dan lawan arus di Matraman
Welfizon menambahkan bahwa sejak perluasan Koridor 2 dan 3 pada tahun 2006, masyarakat Jakarta telah menunjukkan adaptasi luar biasa terhadap budaya bertransportasi baru.
"Transjakarta mengapresiasi pelanggan yang telah membangun budaya tertib dan antre, menjadikan transportasi publik bukan sekadar alat angkut, melainkan ruang sosial yang inklusif dan setara bagi semua lapisan warga," katanya.
Ia juga menyebutkan, inovasi berbasis kebutuhan pelanggan mendengarkan aspirasi pelanggan untuk transportasi yang lebih bersih dan modern.
"Transjakarta terus bertransformasi mobilitas hijau dengan mengerahkan 470 bus listrik kini telah beroperasi dengan target 100 persen elektrifikasi pada 2030," katanya.
Baca juga: Transjakarta catat 6.700 lebih barang tertinggal sepanjang 2025
Selain itu, revitalisasi halte kini difokuskan agar lebih aksesibel dan nyaman, berfungsi sebagai ruang interaksi sosial dan kegiatan budaya warga dan integrasi digital.
Begitu juga aplikasi TJ terus dikembangkan untuk memudahkan mobilitas pengguna. sementara optimalisasi layanan seperti "Open Top Tour" hadir untuk memberikan sisi rekreasi yang terjangkau bagi semua keluarga.
Sinergi dan perbaikan di lapangan Transjakarta juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui "Program Rabu Transum", memastikan bahwa setiap kebijakan diambil berdasarkan realitas yang dirasakan oleh pelanggan di setiap halte dan bus.
"Kami ingin mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh pelanggan yang telah membersamai perjalanan panjang transformasi ini," katanya.





