DEBUT Alvaro Arbeloa sebagai pelatih interim Real Madrid harus diawali dengan hasil yang menyakitkan. Langkah Los Blancos di ajang Copa del Rey terhenti secara mengejutkan di babak 16 besar setelah ditundukkan klub divisi kedua, Albacete Balompie, dengan skor 2-3, Kamis (15/1) dini hari WIB.
Kekalahan ini memastikan Real Madrid kehilangan peluang untuk meraih treble pada musim 2025/2026.
Namun, di balik hasil minor tersebut, perhatian justru tertuju pada pembelaan terbuka Arbeloa terhadap penyerang sayap, Vinicius Junior.
Baca juga : Real Madrid Tersingkir dari Copa del Rey, Gerard Pique Langsung Sindir Alvaro Arbeloa!
Pujian di Tengah KritikMeski timnya baru saja dipermalukan, Arbeloa memilih memberikan apresiasi tinggi terhadap performa Vinicius. Pemain asal Brasil itu memang tidak mencatatkan namanya di papan skor maupun memberikan assist, namun Arbeloa menilai kontribusinya jauh melampaui statistik di atas kertas.
"Dia membantu tim, terus berlari dan tidak pernah sembunyi di lapangan. Itulah Vini yang ingin saya lihat. Dia berani, bertanggung jawab dan sulit ditaklukkan," ujar Arbeloa, dikutip dari laman resmi Real Madrid.
Lebih lanjut, Arbeloa bahkan menyandingkan pengaruh Vinicius di dalam skuad layaknya seorang kapten.
Baca juga : Alvaro Arbeloa Pasang Badan Usai Real Madrid Dipermalukan Albacete di Copa del Rey: Saya yang Bersalah!
Ia menilai dedikasi sang pemain untuk selalu memberikan yang terbaik dalam kondisi apa pun adalah aset krusial bagi tim.
Ia pun optimistis bahwa performa seperti saat melawan Albacete adalah kunci Madrid dalam perburuan trofi musim ini.
"Kami membutuhkan versi terbaik dari dirinya," tegas Arbeloa.
Kontras Statistik: Vinicius Junior vs Kylian MbappeKepercayaan penuh yang diberikan Arbeloa menjadi angin segar bagi Vinicius yang tengah dihujani kritik akibat performa yang dianggap tidak stabil.
Musim ini, grafik permainannya memang terlihat jomplang jika dibandingkan dengan rekan setimnya, Kylian Mbappe.
Sejauh ini, Vinicius baru mengoleksi enam gol dan delapan assist dari 28 penampilan, dengan seluruh golnya hanya tercipta di kompetisi La Liga.
Sebaliknya, Mbappe tampil sangat tajam dengan torehan 29 gol dan lima assist hanya dalam 24 pertandingan di seluruh kompetisi.
Era Baru Pasca-Xabi AlonsoPertandingan melawan Albacete ini menjadi laga perdana Real Madrid tanpa Xabi Alonso, yang dipecat pada Senin (12/1). Rumor yang beredar menyebutkan bahwa Vinicius adalah salah satu pemain yang berseberangan dengan Alonso sebelum sang pelatih didepak.
Kini, di bawah kendali Arbeloa, Vinicius tampaknya mendapatkan kembali posisi sentral sebagai motor serangan.
Meski dalam laga tersebut gol-gol Real Madrid dicetak oleh pemain muda Franco Mastantuono dan Gonzalo Garcia, pergerakan Vinicius di lini pertahanan Albacete dianggap Arbeloa tetap memberikan dampak besar.
Real Madrid kini harus segera bangkit dan mengalihkan fokus ke kompetisi yang tersisa setelah impian menyapu bersih gelar domestik harus pupus di tangan tim dari kasta kedua melalui gol-gol dari Javi Villar dan Jefte Bentacor. (Ant/Z-1)





