Jakarta, VIVA – Emiten Bakrie Grup, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), mencuri perhatian pasar setelah investor asing, Chengdong Investment Corp Self, melakukan aksi divestasi bertahap. Aksi jual saham BUMI ini diperkirakan meraup dana segar sekitar Rp 1,57 triliun dari hasil menjual sekitar 3,71 miliar saham.
Chengdong memiliki saham BUMI melalui akun HSBC Fund SBS. Disvestasi ini menyebabkan porsi kepemilikan di emiten tambang batu bara turun di bawah 5 persen usai 17 kali transaksi sejak penjualan pertama pada 23 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.
Aksi pelepasan saham oleh sovereign wealth fund pengelola cadangan devisa Tiongkok ini dilakukan secara bertahap melalui transaksi penjualan langsung (direct ownership) di pasar reguler. Seluruh transaksi tersebut dilakukan dengan tujuan divestasi dan tanpa perjanjian repurchase agreement.
- freepik.com/rawpixel.com
Dikutip dari keterbukaan informasi pada Jumat, 16 Januari 2026, Chengdong menjual saham BUMI mulai dari 57,4 juta unit hingga 300 juta unit per transaksi. Harga jual bervariasi di kisaran Rp363 hingga Rp461 per saham.
Pelepasan saham terbesar tercatat terjadi pada tanggal 23 dan 24 Desember 2025, masing-masing sebanyak 300 juta saham. Aksi jual berlanjut pada 6, 7, dan 8 Januari 2026 dengan total lebih dari 621,8 juta saham dilepas di pasar.
Dengan demikian, kepemilikan saham BUMI berkurang drastis dari 22,27 miliar saham atau setara 5,99 persen menjadi 18,56 miliar saham atau 4,99 persen. Dengan demikian, Chengdong tidak lagi berstatus sebagai pemegang saham utama.
Aksi penjualan jumbo ini memberikan cuan tambahan bagi Chengdong. Denganasumsi harga rata-rata penjualan Rp 423,5 per lembar saham maka nilai disvestasi saham BUMI milik Chengdong diperkirakan sekitar Rp 1,57 triliun.
Harga saham BUMI terpantau melemah 2,84 persen atau 12 poin menjadi 410 pada penutupan perdagangan Jumat, 16 Januari 2026. Tren koreksi saham BUMI sudah terjadi selama sepekan dengan penuruna 12,77 persen atau 60 poin.
Meski demikian, saham BUMI membukukan lonjakan dua digit sebesar 17,82 persen atau 62 poin sejak 16 Desember 2025 sampai 16 Januari 2026.


:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-01-07-Suporter-PSM-Makassar-saat-menyaksikan-laga-melawan-Malut-United-2.jpg)

