Amerika Serikat (AS) telah menyelesaikan penjualan minyak Venezuela pertamanya dengan nilai mencapai USD 500 juta. Hal tersebut disampaikan oleh seorang pejabat pemerintahan yang menambahkan, penjualan minyak tambahan diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa hari dan pekan ke depan.
Dalam beberapa hari setelah AS menyerang Venezuela dan menangkap presidennya, Nicolás Maduro, awal bulan ini, Presiden Donald Trump menegaskan rencananya untuk memanfaatkan cadangan minyak negara tersebut yang sangat besar.
Trump pada Jumat (15/1), mengatakan industri minyak akan menginvestasikan setidaknya USD 100 miliar untuk membangun kembali sektor energi Venezuela yang terpuruk, meski tidak jelas dari mana angka tersebut berasal.
Namun, rencana pemerintahan Trump untuk mengkapitalisasi cadangan minyak Venezuela itu disambut skeptis oleh para eksekutif energi Amerika Serikat dalam pertemuan di Gedung Putih pada Jumat (15/1).
“Ini tidak layak untuk diinvestasikan. Ada banyak kerangka hukum dan komersial yang harus dibentuk terlebih dahulu untuk sekadar memahami potensi imbal hasil dari investasi tersebut,” kata CEO ExxonMobil Darren Woods kepada para pejabat saat membahas berbagai hambatan dalam berbisnis di Venezuela, dikutip dari CNN, Jumat (16/1).
Sejumlah eksekutif lainnya juga menyatakan keraguan untuk berbisnis di negara Amerika Latin yang tengah dilanda krisis itu. Setelah pertemuan panjang di Gedung Putih pada Jumat (15/1), Trump dan para pembantu utamanya keluar tanpa adanya komitmen besar dari perusahaan-perusahaan untuk menanamkan investasi bernilai miliaran dolar di Venezuela. Rincian mengenai penjualan minyak pertama tersebut masih belum jelas hingga Rabu (14/1).
“Tim Presiden Trump memfasilitasi diskusi yang positif dan berkelanjutan dengan perusahaan-perusahaan minyak yang siap dan bersedia melakukan investasi belum pernah terjadi sebelumnya untuk memulihkan infrastruktur minyak Venezuela,” ucap juru bicara Gedung Putih Taylor Rogers.
Adapun pada Rabu (14/1), Reuters melaporkan minyak mentah Venezuela ditawarkan kepada para pedagang dengan harga diskon dibandingkan minyak dari negara lain, seperti Kanada.




