jpnn.com - JAKARTA – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 diisi beragam kegiatan, antara lain Kemah Budaya Wartawan.
Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Ahmad Munir melepas peserta Kemah Budaya Wartawan di Aula Gedung PWI Pusat, Jakarta, Kamis (15/1).
BACA JUGA: HPN 2026, Ketum PWI: Pers Penyambung Suara, Mata, dan Telinga Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Munir mengatakan bahwa Kemah Budaya Wartawan merupakan terobosan baru dalam rangkaian HPN sejak pertama kali digelar pada 1982.
Pemilihan lokasi di perkampungan Suku Badui, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, karena dinilai memberi pengalaman belajar langsung tentang kehidupan masyarakat adat.
BACA JUGA: HPN 2026: PWI dan Polri Berkolaborasi Gelar Anugerah Jurnalistik
“Di Baduy teman-teman bisa belajar bagaimana menjaga alam dan hidup secara tradisional serta alami. Ini tempat yang cocok untuk melakukan capacity building di tengah situasi yang serba terbatas,” kata Munir yang akrab disapa Cak Munir itu.
Dia berpesan agar peserta memahami adat istiadat masyarakat Baduy, menghormati seluruh larangan dan pantangan, serta melakukan pendalaman materi sebelum tiba di lokasi.
BACA JUGA: Dewan Pers Siap Berkolaborasi dengan PWI Sukseskan HPN 2026
Dalam hal ini keteguhan masyarakat Baduy menjaga alam dan komunitasnya diharapkan bisa terserap sebagai pelajaran penting bagi wartawan dan sastrawan.
Sementara itu, Koordinator Kemah Budaya Kunni Masrohati menjelaskan bahwa Kemah Budaya Wartawan akan digelar pada 16–17 Januari 2026 dan diprioritaskan bagi wartawan serta sastrawan perempuan.
Mereka dalam kesempatan tersebut berasal dari berbagai daerah, antara lain Jakarta, Lampung, Palembang, Surabaya, dan Samarinda.
“Kemah Budaya Wartawan merupakan salah satu rangkaian HPN 2026 yang dipusatkan di Banten. Wartawan dan sastrawan memiliki porsi yang berimbang, dengan jumlah peserta perempuan lebih banyak,” kata dia.
Peserta kemah diminta membuat karya tulis yang menurut Kunni, hasilnya dikirimkan kepada panitia paling lambat 21 Januari 2026 pukul 18.00 WIB.
Seluruh karya tersebut akan dibukukan serta diluncurkan pada acara puncak HPN 2026 di Banten pada 8 Februari 2026.
Panitia juga mengingatkan peserta agar menjaga kondisi kesehatan karena medan perbukitan di Kampung Baduy membutuhkan stamina yang prima.
Rombongan dijadwalkan diterima Bupati Lebak sebelum menuju rumah tinggal atau homestay di Kampung Ketug, Desa Kanekes, serta berdiskusi dengan pemuka dan masyarakat setempat untuk memahami adat istiadat dan kehidupan Suku Baduy.
Turut mendampingi pelepasan peserta tersebut Sekretaris Jenderal PWI Pusat Zulmansyah Sakedang, kemudian Ramon Damora selaku Ketua Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya PWI. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu



