Baru-baru ini, sebuah video yang menunjukkan seekor anak kuda yang baru berusia 14 hari di Provinsi Sichuan, Tiongkok, yang mencium rambut ekor induknya yang telah mati lalu meneteskan air mata dalam diam, membuat banyak orang merasa terenyuh.
EtIndonesia. Pada 12 Januari, seorang warganet Sichuan dengan nama akun “Elang Chuanshuo” mengunggah video di media sosial dan menuliskan bahwa induk kuda bernama Heidou telah meninggal dunia, meninggalkan anak kudanya yang baru lahir. Di dalam kandang, anak kuda itu terus berputar mengikuti aroma ibunya. Setelah rambut ekor Heidou dipotong dan digantung di sudut dinding kandang, anak kuda itu langsung berhenti ketika mencium bau tersebut.
Dengan ujung hidung menempel pada rambut ekor itu, ia berdiri diam tak bergerak, dan air mata perlahan mengalir tanpa suara. Sehelai rambut itu menjadi satu-satunya kenangan terakhirnya.
Pemilik kuda, Tuan Xu, mengatakan kepada media daratan bahwa anak kuda tersebut baru berusia 14 hari. Setelah induknya meninggal karena obstruksi usus akut, anak kuda itu terus berkeliling di kandang seolah mencari ibunya. Ketika rambut ekor induknya dipotong dan digantung di sudut dinding, anak kuda itu mencium baunya lalu berhenti, menatap ke arah itu, dan mulai menangis.
Tuan Xu juga menanggapi komentar warganet dengan menceritakan momen-momen terakhir induk kuda tersebut:
“Sebelum pergi, induk ‘Doubao’ masih sempat memberi anaknya minum susu untuk terakhir kalinya, lalu berbaring. Ia berusaha bangkit, tetapi tidak mampu, lalu meneteskan air mata. Kami semua sangat terharu dan sedih. Setelah induknya mati, kami memisahkan anak kuda ke kandang sebelah. Saat saya datang dan merekam momen ketika si kecil Doubao menangis, hati saya benar-benar luluh.”
Setelah video tersebut tersebar, banyak warganet meninggalkan komentar penuh empati, seperti:
“Kasihan sekali, melihatnya bikin hati perih.”
“Ia tidak mengerti mengapa ibunya tiba-tiba pergi.”
“Baru lahir sudah kehilangan ibu.”
“Anak kuda yang malang.”
“Semua makhluk punya perasaan, perlakukanlah hewan dengan baik.”
“Hewan ternak memang tidak bisa bicara, tetapi mereka mengerti di dalam hati.”
“Segala makhluk hidup memiliki jiwa, hormatilah kehidupan.”
“Aku ingin sekali memeluknya, ibunya sudah tidak ada.”
“Sedih sekali! Di dunia ini hanya ibu yang terbaik.”
“Melihat anak kuda itu menangis, air mataku ikut pecah.”
“Astaga, ekspresinya benar-benar menyentuh hati.”
“Seperti aku waktu kecil, kalau merasa sedih atau teraniaya, aku pergi ke sudut sendiri, memainkan batu sambil menangis, tidak berani mengatakan kepada siapa pun betapa sedihnya aku.”
Diketahui bahwa obstruksi usus akut merupakan kondisi darurat yang cukup umum pada hewan jenis kuda. Setelah terjadi, usus dapat terpuntir dan saling terikat, dengan tingkat kematian yang sangat tinggi. (Hui)



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)