Saksi Bantah Acara Golf di Thailand Bicarakan Penyewaan Kapal

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Manajer Shipping Business PT Pertamina International Shipping (PIS) Muhammad Umar Said membantah PT Jenggala Maritim Nusantara (JMN) membiayai acara main golf di Thailand seperti yang dituduhkan jaksa penuntut umum (JPU). Umar Said menegaskan, para peserta yang mengikuti acara tersebut menanggung biaya masing-masing. 

Hal itu ditegaskan Umar Said saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis 15 Januari 2026.

Baca Juga :
WN Jerman dan Korsel Tewas dalam Insiden Crane Ambruk Timpa Kereta di Thailand
Kerry Riza Bantah Tuduhan Jaksa Rugikan Negara Rp 2,9 Triliun: Tidak Ada Pekerjaan Fiktif

Mulanya, kuasa hukum beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa Muhammad Kerry Adrianto Riza, Patra M Zen menanyakan kepada Umar Said mengenai adanya undangan dari Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim Dimas Werhaspati untuk mengikuti acara main golf di Thailand.

Menjawab pertanyaan itu, Umar Said menekankan, tidak ada undangan dari Dimas. Umar Said juga membenarkan saat dikonfirmasi para peserta membayar masing-masing untuk main golf tersebut. 

"Bapak bilang biaya masing-masing?" tanya Patra. 

"Betul," jawab Umar Said. 

Patra kemudian mencecar Umar Said mengenai adanya komunikasi dengan para pejabat di PIS lainnya, mengenai rencana main golf yang dibiayai PT JMN atau PT Orbit Terminal Merak (OTM). Umar Said membantah adanya pembicaraan tersebut. 

"Pada saat itu ada enggak rencana bapak ngobrol ke PIS, kita mau golf nanti difasilitasi oleh OTM, enggak perlu bayar, ada enggak?" tanya Patra. 

"Tidak ada," jawab Umar Said. 

"Tahu enggak Anda soal itu?" tanya Patra. 

"Tidak ada," tegas Umar Said. 

"Dengan petinggi PIS ada rencana itu enggak?" cecar Patra. 

"Tidak ada," tegas Umar Said.

Umar Said mengakui free green fee atau biaya untuk bermain di lapangan golf awalnya dibayar oleh Dimas. Namun, Umar Said menekankan, biaya itu dikembalikan setelah permainan atau sepulangnya ke Indonesia. 

"Dikembalikan ya? Yang setahu bapak ya?" tanya Patra.

"Iya," jawab Umar Said.

"Di mana dikembalikannya?" tanya Patra.

"Di Pondok Indah," kata Umar Said.

Patra kemudian menanyakan kepada Umar Said mengenai adanya pembicaraan mengenai penyewaan kapal atau pengadaan di Pertamina saat main golf tersebut. Umar Said menegaskan, tidak ada pembicaraan mengenai bisnis dalam acara itu.

Baca Juga :
Crane Proyek Ambruk Timpa Kereta Penumpang di Thailand, 32 Orang Tewas
Pengakuan Saksi soal Nasib Tangki BBM OTM usai Kontrak Sewa Habis 10 Tahun
Prabowo: Praktik Mark Up Bagaikan Mencuri di Siang Bolong, Malu!

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Dalami Dugaan Aliran Dana Suap Pajak ke DJP Kemenkeu
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
7 Hal yang Harus Dilakukan saat Terjadi Banjir
• 18 jam lalubeautynesia.id
thumb
Akui Pernah Minta Ganti Lawan Main Syuting, Nikita Willy: I Dont Like...
• 15 jam laluinsertlive.com
thumb
Klaim Banyak Keberhasilan, Prabowo Curiga Pandangan Pesimis Terhadap Pemerintahannya Dibayar Pihak Asing
• 33 menit lalufajar.co.id
thumb
Bencana Tapanuli, Pemerintah Groundbreaking Rehabilitasi 3.205 Ha Sawah Terdampak
• 5 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.