Menanti Titah Bahlil, Golkar se-Sulsel Ingin Appi Jadi Ketua, Bukan Figur Lain

fajar.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pengamat politik Adi Suryadi Culla, menilai dukungan 20 DPD II Partai Golkar se-Sulawesi Selatan kepada Munafri Arifuddin atau Appi, mencerminkan aspirasi kader di tingkat akar rumput yang menghendaki wali kota Makassar itu memimpin Golkar Sulsel untuk menghadapi Pemilu 2029.

Dosen Fisip Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar itu menyebut, sokongan mayoritas DPD II tersebut bukan sekadar dukungan administratif, melainkan komitmen politik kader daerah yang menginginkan soliditas dan arah kepemimpinan yang jelas.

“Dengan adanya kekuatan 20 dukungan DPD II yang secara terbuka mensupport pak Munafri, itu menunjukkan satu figur yang benar-benar diinginkan kader adalah Appi,” jelasnya, Kamis (15/1/2026).

“Dukungan mayoritas DPD II ini, adalah modal politik yang sangat kuat karena lahir dari aspirasi kader di akar rumput mendukung pak Appi, bukan figur yang lain,” tambah Adi.

Melihat derasnya dukungan dari DPD II, ia menyebutkan itu adalah seruan rapatkan barisan. Sesuai harapan DPP Golkar mengembalikan kejayaan Golkar di Sulsel sebagai basis lumbung suara.

Oleh sebab itu, butuh aspirasi DPD II. Tanpa legitimasi struktural dari basis kabupaten/kota, peluang kandidat alternatif dianggap lebih bersifat simbolik ketimbang kompetitif.

Apalagi, Musda Golkar Sulsel 2026 pun diproyeksikan bukan sekadar arena perebutan kursi ketua, melainkan panggung penegasan arah politik partai di tahun 2029.

Menurutnya, tidak muncul figur lain yang memiliki kekuatan tanding sebanding dengan Munafri. Hal itu menegaskan bahwa kader daerah menilai hanya Appi yang mampu mengemban amanah untuk membesarkan Partai Golkar di Sulawesi Selatan.

“Dukungan ini, sekaligus menandakan bahwa tidak ada figur lain yang dianggap cukup kuat selain Munafri. Aspirasi kader jelas, tujuannya untuk menjaga soliditas partai, dan itu hanya bisa dilakukan oleh figur yang diterima secara luas,” jelasnya.

Akademisi Unhas itu menambahkan, jika dalam Musda nanti terdapat kandidat lain, maka hal tersebut dinilai tidak merepresentasikan kehendak mayoritas kader. Sebab, suara dominan DPD II telah mengerucut pada satu nama yakni Munafri.

“Kalaupun ada figur lain, itu tidak terlalu diperhitungkan. Suara mayoritas sudah menginginkan Munafri,” tuturnya.

“Baik melalui mekanisme voting maupun musyawarah mufakat hingga aklamasi, semua peluang itu sangat terbuka untuk Appi sebagai Ketua Golkar Sulsel,” lanjutanya.

Ia juga menilai, figur-figur yang sempat mencuat belakangan lebih bersifat simbolik tidak menunjukkan keseriusan yang nyata untuk bertarung dalam Musda.

Karena itu, lanjut dia, penilaian DPD II hanya Appi yang benar-benar siap dan serius, sehingga dukungan diberikan kepadanya.

Dari sisi modal politik dan rekam jejak, Munafri dinilai memiliki keunggulan signifikan. Selain menjabat sebagai Wali Kota Makassar, Appi juga dianggap tidak memiliki catatan negatif yang dapat merusak citra partai.

Track record Appi relatif bersih, tidak ada hal yang merusak citra. Ia juga punya kemampuan merangkul dan menyatukan kader.

“Ini penting di tengah dinamika politik, apalagi saat Golkar berada dalam momentum kebangkitan dan menghadapi persaingan antarpartai,” jelasnya.

Adi juga menyinggung dinamika politik nasional, termasuk potensi pergeseran kader lintas partai, yang menurutnya justru memperkuat posisi Golkar jika dipimpin figur yang mampu menjaga soliditas internal.

“Sekarang memang bola ada di DPP untuk menentukan, tetapi dukungan DPD II sangat krusial. Itu adalah basis kekuatan partai. Soliditas kader di daerah menjadi faktor penentu keberlanjutan dan kejayaan Golkar di Sulsel,” pungkasnya.

Diketahui, dari total 24 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, sebanyak 20 DPD II kini telah resmi menyerahkan dukungan tertulis kepada Ketua DPD II Golkar Kota Makassar tersebut untuk maju sebagai calon Ketua DPD I Golkar Sulsel pada Musda yang dijadwalkan digelar dalam waktu dekat.

Rekomendasi resmi secara tertulis yang dikantongi berasal dari DPD II Golkar Kota Makassar, Takalar, Bulukumba, Bantaeng, Kepulauan Selayar, Jeneponto, Gowa, Sinjai, Maros, Kota Palopo, Pangkep, Soppeng, Wajo, Sidrap, Enrekang, Luwu, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu Timur, hingga dukungan terbaru dari DPD II Kabupaten Luwu Utara. (*)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Update Klasemen India Open 2026: Jonatan Christie Melaju ke Semifinal, Putri KW Tersingkir oleh An Se Young
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Profil Lengkap Ari Askhara, Eks Bos Garuda Indonesia Kini Jadi Dirut Baru Humpuss Maritim
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Datangkan Fajar Fathurrahman Masih Tak Cukup! Demi Kudeta Persib Bandung, Persija Jakarta Bidik Bomber Maroko Alaaeddine Ajaraie
• 16 jam laluharianfajar
thumb
KAI Minta Maaf Gangguan Perjalanan Kereta Api di Jalur Pantura Jawa Tengah
• 6 jam laluokezone.com
thumb
ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Dihadang Juara Bertahan Vietnam
• 22 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.