Bisnis.com, JAKARTA — Penurunan obesitas berkat penggunaan produk penurun berat badan berpotensi menghemat biaya bahan bakar alias avtur bagi maskapai mencapai US$580 juta atau setara dengan Rp9,79 triliun (Rp16.885 per dolar AS).
Melansir dari Bloomberg, Jumat (16/1/2026), analis Jefferies menyampaikan, seiring dengan penurunan berat badan penumpang berdampak pada beban pesawat menjadi lebih ringan.
Maskapai penerbangan yang secara historis melakukan segala cara untuk menghemat berat—seperti menghilangkan zaitun dari salad, menghapus majalah dalam penerbangan, atau beralih ke kursi super ramping—popularitas obat-obatan seperti Ozempic dan Wegovy dapat memicu penghematan tanpa mengorbankan layanan atau kualitas.
Empat maskapai penerbangan AS teratas, termasuk United Airlines Holdings Inc. dan Delta Air Lines Inc., diperkirakan akan menghabiskan US$38,6 miliar secara gabungan untuk avtur tahun ini.
Dalam sebuah laporan, analis termasuk Sheila Kahyaoglu menyebutkan bahwa penumpang yang lebih ramping dapat mengurangi salah satu biaya terbesar industri ini hingga US$580 juta.
“Dengan obat ini kini tersedia dalam bentuk tablet dan tingkat obesitas menurun, penggunaan yang lebih luas dapat memiliki implikasi lebih lanjut bagi lingkar pinggang,” katanya.
Baca Juga
- Garuda (GIAA) Beberkan Kesiapan Maskapai Jelang Musim Haji 2026
- Airbus Recall 6.000 Pesawat, Maskapai Global Kalang Kabut Perbaiki
- Daftar Maskapai Terdampak Recall 6.000 Pesawat Airbus, 6 Dari Indonesia
Setidaknya, penurunan berat badan penumpang sebesar 10% dapat menghemat hingga 1,5% bahan bakar dan meningkatkan laba per saham sebesar 4%, menurut catatan tanggal 12 Januari.
Analis menyoroti penurunan tingkat obesitas dewasa di AS selama tiga tahun dan peningkatan dua kali lipat jumlah dewasa yang dilaporkan mengonsumsi obat penurun berat badan.
Maskapai penerbangan di seluruh dunia menggunakan pengukuran berat badan standar rata-rata yang dikeluarkan oleh otoritas penerbangan global untuk menghitung berat penumpang dalam menentukan jumlah bahan bakar yang digunakan.
Analis juga mengatakan perkiraan penghematan mereka tidak termasuk penjualan camilan yang hilang.
Di samping itu, avtur menjadi salah satu komponen yang berperan besar dalam biaya penerbangan, paling tidak mencapai 30%-40%.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474358/original/096507000_1768473644-IMG-20260115-WA0012.jpg)
