Bisnis.com, JAKARTA — Pembiayaan kendaraan listrik di PT Bussan Auto Finance (BAF) menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang 2025. Perseroan mencatat peningkatan signifikan, terutama pada segmen pembiayaan mobil listrik baru, seiring bertambahnya pilihan produk dan penguatan jaringan distribusi.
PT Bussan Auto Finance (BAF) mengatakan secara keseluruhan pembiayaan kendaraan listrik menunjukkan tren yang positif sepanjang 2025.
Managing Director BAF Alung Ng mengatakan pembiayaan mobil listrik baru di perusahaan tersebut tumbuh kuat hingga menjelang akhir tahun. Pembiayaan mobil baru listrik di BAF meningkat meningkat 34% year-on-year (YoY) hingga November 2025.
“Seiring penguatan kerja sama dengan dealer dan bertambahnya pilihan model mobil listrik di pasar,” ungkapnya kepada Bisnis, dikutip Jumat (16/1/2026).
Menurut Alung, pertumbuhan permintaan pembiayaan kendaraan listrik didorong oleh meningkatnya kesadaran konsumen terhadap efisiensi dan keberlanjutan, dukungan kebijakan pemerintah, serta harga dan fitur kendaraan listrik yang semakin kompetitif. Selain itu, kehadiran merek dan jaringan dealer yang semakin solid turut meningkatkan kepercayaan konsumen.
“Ke depan, Perseroan melihat adanya pergeseran preferensi secara gradual, di mana konsumen mulai mempertimbangkan kendaraan ramah lingkungan sebagai alternatif yang rasional dan relevan,” tutur Alung.
Baca Juga
- Blak-blakan Bos BTPS Soal BTPN Syariah Ventura Ditutup
- OJK Hentikan 2.263 Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal pada 2025
- Proyek Sampah jadi Listrik Legok Nangka yang Mangkrak dan Upaya Terobosan Pemprov Jabar
Sejalan dengan tren tersebut, BAF akan memfokuskan strategi pada penguatan kolaborasi dengan dealer utama, khususnya merek mobil listrik dan hybrid yang menunjukkan kinerja pemesanan yang baik. Perseroan juga terus menyempurnakan sistem dan proses berbasis teknologi guna meningkatkan kecepatan layanan dan kenyamanan konsumen.
“Strategi ini dilengkapi dengan program promosi yang terukur serta pengelolaan risiko yang selektif, sehingga pertumbuhan dapat berjalan sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Di tingkat industri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan kendaraan listrik oleh perusahaan multifinance terus bertumbuh. Nilai pembiayaan mobil listrik naik 1,99% secara bulanan pada November 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK Agusman mengatakan nilai tersebut mengalami peningkatan bulanan. “Pada November 2025, pembiayaan kendaraan listrik oleh industri multifinance tumbuh 1,99% MtM menjadi sebesar Rp21,31 triliun,” tuturnya dalam lembar jawaban RDK Desember 2025.
OJK optimistis pembiayaan kendaraan listrik akan terus tumbuh pada 2026 seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.



