Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah meminta agar perguruan tinggi di seluruh Indonesia dapat berperan aktif dalam memperkuat kemandirian bangsa di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang. Hal tersebut, diungkapkan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Lebih lanjut, ia mengatakan jika Presiden Prabowo menilai jika kampus memiliki posisi strategis dalam membangun daya tahan nasional melalui penguatan sumber daya manusia serta penguasaan sains dan teknologi.
Tak hanya itu, ia mengatakan jika Presiden Prabowo juga menyoroti kondisi dunia yang mengalami pergeseran geopolitik signifikan.
“Bapak Presiden menekankan bahwa saat ini terjadi perubahan geopolitik yang cukup besar, sehingga setiap negara dituntut untuk mampu berdiri mandiri dan memiliki daya bertahan yang kuat,” ujar Brian kutip Jumat, 16 Januari 2026.
Selain itu, Brian membeberkan jika Presiden Prabowo menaruh harapan besar kepada perguruan tinggi agar menjadi motor penggerak penguasaan sains dan teknologi nasional.
“Perguruan tinggi diharapkan menjadi lokomotif dalam pengembangan sains dan teknologi,” ujarnya
Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya peran kampus dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan global.
“Bapak Presiden berharap perguruan tinggi benar-benar memainkan peran signifikan dalam melahirkan SDM unggul bagi bangsa,” kata Brian.
Selain tantangan global, Presiden Prabowo turut menyoroti persoalan internal bangsa, seperti praktik korupsi dan kebocoran keuangan negara. Menurut Presiden Prabowo, hal tersebut menjadi tantangan serius yang harus dijawab melalui pendidikan tinggi yang menanamkan nilai integritas dan nasionalisme.
“Perguruan tinggi harus mampu mencetak SDM yang tidak hanya mumpuni secara kapasitas dan kapabilitas, tetapi juga memiliki integritas serta rasa nasionalisme yang tinggi,” ujar Brian.
Melalui taklimat ini, Presiden Prabowo mengajak seluruh perguruan tinggi untuk melakukan refleksi dan memperkuat kontribusinya bagi pembangunan nasional. Penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembentukan karakter dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaya saing.
Editor: Redaksi TVRINews

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5341957/original/034860200_1757342238-Timnas_Indonesia_vs_Lebanon_-09.jpg)

