Baja Nirkarat RI Bebas Bea Masuk Anti-Dumping Turki, Ekspor Kian Mulus

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan produk cold-rolled stainless steel flat (CRSS) atau baja nirkarat canai dingin asal Indonesia resmi terbebas dari ancaman pengenaan Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) oleh Pemerintah Turki.

Untuk diketahui, otoritas Turki menghentikan penyelidikan antidumping terhadap CRSS asal Indonesia pada 27 Desember 2025 tanpa menetapkan tindakan pengamanan perdagangan. Keputusan ini memperkuat posisi industri baja Indonesia di tengah ketatnya persaingan dan meningkatnya proteksionisme global.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menilai keputusan ini mencerminkan ketangguhan industri nasional sekaligus efektivitas pemerintah dalam mengawal isu perdagangan internasional.

Budi menuturkan, pemerintah akan memantau dan mengawal jalannya penyelidikan antidumping selama 18 bulan guna memastikan otoritas Turki menerapkan metode perhitungan dumping yang objektif serta sesuai dengan ketentuan perdagangan internasional.

Untuk itu, Budi optimistis putusan Turki akan memperkuat kepercayaan pasar global terhadap produk baja nirkarat Indonesia.

“Kami bersyukur hasil penyelidikan ini berpihak pada Indonesia dan membuktikan bahwa produk baja nirkarat nasional diperdagangkan secara adil. Keberhasilan ini sekaligus membuka peluang peningkatan ekspor baja nirkarat ke Turki dan kawasan sekitarnya,” kata Budi dalam keterangan tertulis, dikutip pada Jumat (16/1/2026).

Baca Juga

  • Pasar Baja Lokal Incar Peluang Ekspor di Tengah Tekanan Produk Impor
  • Bos Krakatau Steel Minta Negara Hadir Jamin Persaingan yang Adil di Industri Baja
  • Pengusaha Baja Ungkap Kekhawatiran Dampak Konflik Venezuela-AS ke Industri RI

Lebih lanjut, keputusan penghentian penyelidikan tersebut tertuang dalam Laporan Akhir Penyelidikan Anti-Dumping yang diterbitkan Anti-Dumping and Subsidies Bureau Turki.

Berdasarkan keputusan tersebut, otoritas Turki menyimpulkan bahwa impor CRSS dari Indonesia dilakukan dengan tingkat dumping yang tidak signifikan (de minimis) serta tidak menimbulkan kerugian materi bagi industri baja domestik Turki.

Adapun, Turki sebelumnya memulai penyelidikan antidumping terhadap CRSS pada 28 Juni 2024 yang mencakup produk asal Indonesia dan China. Dalam prosesnya, meskipun ditemukan indikasi dumping dari Indonesia, besaran margin dinilai berada di bawah ambang batas sehingga tidak berdampak pada kondisi industri dalam negeri Turki.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana menilai capaian ini tidak terlepas dari peran aktif pelaku usaha nasional selama proses penyelidikan berlangsung.

Menurut Tommy, sikap kooperatif produsen baja nirkarat Indonesia dalam menyampaikan data dan informasi yang akurat menjadi faktor krusial yang mencerminkan tata kelola industri nasional yang baik serta kesiapan untuk bersaing secara adil di pasar global.

Di sisi lain, Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag Reza Pahlevi Chairul menyebut penyelidikan antidumping produk baja nirkarat kerap bersinggungan dengan isu distorsi pasar bahan baku yang sering dijadikan dasar perubahan metode perhitungan dumping oleh negara mitra.

“Dalam penyelidikan ini, kami melihat bahwa otoritas Turki menerapkan metode perhitungan dumping secara konsisten dan berbasis data perusahaan tanpa menggunakan isu distorsi pasar sebagai dasar perubahan metodologi. Pendekatan yang objektif ini layak mendapatkan apresiasi,” ujar Reza.

Dari sisi kinerja perdagangan, ekspor CRSS Indonesia ke Turki menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Nilai ekspor tercatat sebesar US$21,9 juta pada 2020, meningkat menjadi US$31,2 juta pada 2021 dan US$37,6 juta pada 2022.

Pada 2023, ekspor melonjak menjadi US$66,8 juta, lalu mencapai US$108,6 juta sepanjang 2024. Hingga kuartal III/2025, ekspor CRSS ke Turki telah mencapai US$66,2 juta.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rusun Pesakih Sempat Tak Layak Huni, Kini Diperbaiki untuk Relokasi Warga TPU Pegadungan
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Gangguan Perjalanan Kereta di Jalur Pantura Tengah, KAI Sampaikan Permohonan Maaf
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
BNPB Buka Peluang Tambah Pesawat untuk Modifikasi Cuaca Atasi Banjir di Jateng
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IFG Life Ungkap 5 Strategi Jaga Finansial Tetap Stabil Hadapi Tantangan Ekonomi 2026
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
7 Remaja Tepergok Saat Curi Rel Bekas di Stasiun Jatinegara
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.