Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado menyerahkan hadiah Nobel Perdamaian yang diraihnya kepada Presiden AS Donald Trump. Trump sebelumnya telah secara terbuka menyatakan menginginkan penghargaan tersebut, yang menurut komite Nobel tidak dapat dialihkan.
"Saya menyerahkan medali Nobel Perdamaian kepada presiden Amerika Serikat," kata Machado kepada wartawan di luar Gedung Capitol AS setelah pertemuannya dengan Trump di Gedung Putih pada Kamis (15/1) waktu setempat, dilansir kantor berita AFP, Jumat (16/1/2026).
Komite Nobel Norwegia sebelumnya menulis dalam sebuah pernyataan di media sosial X, bahwa hadiah bergengsi tersebut "tidak dapat dicabut, dibagi, atau dialihkan kepada orang lain" dan bahwa nama pemenang "tetap berlaku selamanya", bahkan jika medali tersebut secara fisik berpindah tangan.
Trump sebelumnya dengan lantang mengatakan bahwa ia pantas mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian dan meremehkan Machado ketika ia memenangkan hadiah itu.
Pada tanggal 3 Januari, Trump memerintahkan serangan militer ke Venezuela, yang menggulingkan Nicolas Maduro, presiden sayap kiri yang sejak lama dianggap tidak sah oleh Amerika Serikat dan beberapa negara lain karena pemilu yang penuh dengan dugaan kecurangan.
Namun setelah operasi tersebut, Trump mengatakan bahwa Machado -- yang pasukan oposisinya dianggap oleh Washington telah memenangkan pemilu terakhir -- tidak layak memimpin Venezuela.
Machado memberikan penjelasan positif tentang percakapan tertutup mereka, dengan mengatakan, "Kami mengandalkan Presiden Trump untuk kebebasan di Venezuela."
(ita/ita)



