Liputan6.com, Jakarta - Aksi kamisan Kembali digelar di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis Sore (15/1/2026). Kegiatan kemarin menandai 19 tahun aksi kamisan yang rutin digelar sebagai ruang perjuangan keluarga korban pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat di Indonesia.
Para peserta tampak mengenakan pakaian hitam dan membawa payung hitam mendeskripsikan simbol duka sekaligus perlawanan terhadap lupa. Sejumlah keluarga korban, aktivis, mahasiswa, hingga seniman turut hadir dalam aksi tersebut.
Advertisement
Aksi ini telah digelar secara konsisten sejak 2007 sebagai bentuk tuntutan penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat secara adil dan bermartabat. Selama 19 tahun, aksi ini menjadi simbol perlawanan terhadap lupa, sekaligus pengingat bahwa keadilan bagi korban masih terus diperjuangkan.
Di bawah payung-payung hitam yang terbuka, suara keluarga korban, musisi, dan generasi muda kembali menyatu menjaga agar cerita itu tetap hidup.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474583/original/033455600_1768490062-Mendagri.jpeg)