JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengaku kewalahan menghadapi bencana Sumatera yang melanda wilayahnya.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera yang dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih.
“Yang pertama, di Aceh, Pak. Provinsi Aceh, kami kewalahan sekarang masalah sawah,” kata Mualem, dalam rapat di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Mualem mengungkapkan bahwa sebanyak 50.000 hektar sawah kini terendam lumpur.
Baca juga: Pengacara: Blending BBM Bukan Inisiatif Kerry Adrianto, tapi Permintaan Pelanggan
“Jadi, kalau ini tidak kita benahi, sudah pasti angka (mata) pencaharian, angka kemiskinan akan menambah, Pak,” ujar dia.
Mualem juga melaporkan bahwa jembatan di Aceh yang menghubungkan jalan nasional telah rampung 60 persen.
“Sedangkan jembatan-jembatan di melalui kecamatan, antar kecamatan, antar desa ini masih belum tersentuh, Pak,” ungkap dia.
Hingga kini, sejumlah kabupaten di Aceh, seperti Aceh Timur dan Aceh Utara, masih menggunakan rakit sebagai sarana penyeberangan.
Bahkan, ada warga dan anak-anak sekolah yang harus menyeberang dengan rakit untuk beraktivitas sehari-hari.
Baca juga: Dalam Sidang, Pengacara Kerry Adrianto Ungkap PT OTM Sering Sponsori Acara Golf
“Kemudian, ini mohon kebijakan Bapak secepat mungkin supaya mereka dapat menyeberangi sungai-sungai yang luas dan besar, antara 150 meter dan 100 meter,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menyampaikan laporan terbaru jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia sebanyak 1.189 jiwa berdasarkan pemutakhiran data hingga Senin (12/1/2026).
"Tercatat total korban meninggal dunia mencapai 1.189 jiwa, dengan rincian 550 jiwa di Aceh, 375 jiwa di Sumatera Utara, 231 jiwa di Sumatera Barat," kata Abdul Muhari, dalam keterangan pers, Rabu (14/1/2026).
Sementara itu, masih ada 33 jiwa lainnya masih dalam proses identifikasi.
Baca juga: Gubernur Mualem: 50.000 Hektare Lahan Sawah di Aceh Masih Tertutup Lumpur
"Bencana ini juga mengakibatkan 141 orang hilang dan memaksa 195.542 jiwa mengungsi," ucap dia.
Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi mencapai 67.876 jiwa.
Untuk mempercepat langkah pemulihan, pemerintah telah menetapkan status darurat di berbagai daerah.
"Perpanjangan status tanggap darurat dilakukan di enam daerah di Provinsi Aceh serta transisi darurat di puluhan kabupaten/kota lainnya di ketiga provinsi terdampak," ujar dia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


