REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musisi berbasis kecerdasan buatan (Al) tengah menjadi sorotan setelah tiga lagunya masuk ke dalam playlist "Spotify Viral 50" Amerika Serikat, dan salah satunya sempat digunakan oleh penyanyi Selena Gomez di media sosial. Artis tersebut bernama Sienna Rose, sosok Al-generated music creator yang memiliki 2,7 juta pendengar bulanan di Spotify.
Dalam biografinya, Rose digambarkan sebagai penyanyi neo-soul anonim yang memadukan keanggunan soul klasik dengan kerentanan R&B modern. Tiga lagu Sienna Rose, yakni "Into The Blue", "Safe With You", dan "Where Your Warmth Begins", saat ini berada di Spotify Viral 50 AS. Lagu "Where Your Warmth Begins" bahkan sempat menjadi musik latar dalam unggahan Instagram Selena Gomez, meski unggahan tersebut kemudian dihapus.
- Pendengar Lagu 'Purple Rain' Melonjak di Spotify Gara-Gara 'Stranger Things'
- Mengenal Roby Tremonti dan 'Hitung-hitungan' yang Kini Viral
- Broken Strings, Kisah Kelam Aurelie Moeremans Jadi Korban Grooming di Usia 15 Tahun
Dalam kurun waktu singkat, Sienna Rose tercatat telah merilis 10 album antara September hingga Desember tahun lalu. Layanan streaming Deezer, dalam pernyataan kepada Rolling Stone, mengonfirmasi banyak album Rose terdeteksi sebagai hasil produksi Al.
Media Consequence juga melaporkan akun Rose sebelumnya pernah menampilkan citra seorang perempuan kulit putih dengan gitar akustik, sebelum seluruh musik lamanya dihapus dari Spotify. Fenomena lagu Al yang menembus tangga lagu bukan kali pertama terjadi. Pada November lalu, lagu "Walk My Walk" dari proyek Al Breaking Rust berhasil memuncaki Billboard Country Digital Songs Chart, sekaligus masuk ke Spotify Viral 50.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Sementara itu, platform musik Bandcamp secara resmi melarang musik berbasis Al dari layanannya pada pekan lalu. Dalam pernyataannya, Bandcamp menyebut pengguna dapat melaporkan musik yang diduga dibuat sepenuhnya atau sangat bergantung pada Al generatif, dan pihakya berhak menghapus konten tersebut.
Proyek Al lain, The Velvet Sundown, juga sempat menarik perhatian publik tahun lalu setelah mengumpulkan sekitar 400 ribu pendengar bulanan di Spotify. Seorang "juru bicara" proyek tersebut kemudian mengakui bahwa band itu merupakan hoaks yang sengaja dibuat untuk menipu media.
Selain itu, artis Al Xania Monet juga mencuri perhatian setelah menandatangani kontrak rekaman bernilai jutaan dolar dan menjadi artis Al pertama yang masuk tangga lagu Billboard AS. Kreator di balik proyek tersebut menyebut Monet sebagai "sosok nyata" yang menantang norma.
Namun, kehadiran musisi Al menuai kritik dari sejumlah musisi manusia. Penyanyi Kehlani secara terbuka mengecam kesuksesan Monet dan menyebut perkembangan Al di industri musik sebagai sesuatu yang sudah di luar kendali. la menyoroti kemampuan Al menciptakan lagu tanpa harus memberi kredit kepada para pencipta karya berhak cipta yang digunakan dalam pelatihan sistem tersebut.
"Tidak ada apa pun dan siapa pun di dunia ini yang bisa membenarkan Al bagi saya," kata Kehlani seperti dikutip dari NME, Jumat (16/1/2026).
Pada September lalu, band rock asal Cardiff, Holding Absence, juga mengkritik sebuah "band Al" yang melampaui jumlah streaming mereka di Spotify hanya dalam waktu dua bulan. Vokalis Lucas Woodland menyebut situasi tersebut sebagai sesuatu yang mengejutkan, menyedihkan, menghina, dan menjadi peringatan.
Sementara itu, dilaporkan bahwa saat ini pendengar semakin sulit membedakan antara musik buatan manusia dam Al. Laporan terbaru dari layanan streaming Deezer menemukan bahwa 97 persen pendengar tidak dapat membedakan antara keduanya.
A post shared by Ameera Network (@ameeranetwork)



