JAKARTA, KOMPAS.com — Insiden pemukulan terhadap seorang perempuan di kawasan RS Pelabuhan Koja, Jakarta Utara, bermula dari cekcok mulut akibat cipratan air saat korban dan pelaku berpapasan menggunakan sepeda motor.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (13/1/2026) dini hari dan berujung pada penangkapan pelaku oleh polisi.
Kanit Reskrim Polsek Koja AKP Fernando mengatakan, kejadian bermula sekitar pukul 00.30 WIB di depan Islamic Center, Koja.
Baca juga: Penganiaya Wanita di Koja karena Cipratan Air di Jalan Ditangkap Polisi
Saat itu, korban berinisial A bersama pasangannya, M, merasa terkena cipratan air dari sepeda motor yang dikendarai pelaku berinisial J.
"Peristiwa tersebut bermula di TKP awal. Cekcok mulut di depan Islamic Center karena korban merasa terkena cipratan air dari pelaku saat berpapasan naik motor," kata Fernando saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (16/1/2026).
Cekcok mulut tersebut sempat dilerai oleh warga sekitar. Namun, konflik kembali berlanjut ketika pelaku mendatangi korban di lokasi lain, tepatnya di sekitar RS Pelabuhan Koja.
Dalam kejadian lanjutan tersebut, pelaku memukul korban A saat hendak menyerang pasangan korban.
Akibat pukulan tersebut, korban mengalami luka berdarah di bagian bibir atas ketika berusaha menghalangi pelaku.
"Korban menderita luka berdarah bagian bibir sebelah atas terkena pukulan tangan kanan pelaku pada saat korban menghalangi pelaku yang akan memukul pacar korban," jelas Fernando.
Baca juga: Ngidam Naik Mobil Damkar, Ibu Hamil Diajak Keliling Malam di Koja
Fernando menuturkan, korban kemudian mendapatkan perawatan medis di RS Pelabuhan Koja. Pihak rumah sakit memberikan obat luar serta obat pereda nyeri.
"Sempat disarankan untuk dijahit luka di bibir bagian dalam tapi korban menolak," ujarnya.
Ia menambahkan, pelaku berhasil ditangkap polisi pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Berdasarkan keterangan sementara, pelaku mengaku memukul korban karena emosi.
"Pelaku sudah ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yg berlaku. Pelaku emosi sehingga melakukan pemukulan," tambah Fernando.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang