FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Politik Bestari Barus memandang pernyataan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep bahwa Jawa Tengah akan dikuasai partai ‘Gajah’ (PSI) bukan sekedar omong kosong atau hanya untuk membakar semangat juang kader, tetapi lebih dari itu bahwa kenyataannya Jawa Tengah bukan lagi kandang ‘Banteng’ (PDI-P).
“Calon Gubernur dan Calon Presiden yang diusung oleh PDI Perjuangan 2024 kalah di Jawa Tengah, ini membuktikan Jawa Tengah bukan lagi kandang Banteng dan Pemilu kedepan akan menjadi Kandang GAJAH!,” tulis Politisi PSI Dian Sandi melalui akun X pribadinya mengutip pernyataan Bestari Barus, dilansir pada Jumat (16/1/2026).
Sebelumnya Ketua Umum PSI Kaesang Pangerap berambisi menjadikan Jawa Tengah kandang Gajah pada 2029.
Keinginan itu disampaikan dalam Rakorwil PSI Jateng, Kamis (8/1/2026) pekan kemarin. Pada kesempatan itu Kaesang mengatakan Rakorwil sangat penting untuk DPP melakukan verifikasi partai pada tahun 2027.
“Ketua Dewan Pembina PSI waktu itu sudah bilang, kunci dari kemenangan kita adalah struktur. Jadi saya minta tolong sekali, struktur di Jateng sangat solid, agar Pemilu 2029 kita bisa menang mutlak di Jateng,” kata Kaesang saat memberikan sambutan di Rakorwil PSI di Hotel Sunan, Kota Solo, Kamis (8/1/2026).
Dia berharap, Pemilu 2029 akan lebih banyak kader PSI yang lolos baik di legislatif maupun eksekutif. Dia meminta seluruh mesin partai untuk gotong royong meraih target tersebut.
“Sanggup nggih 2029, Pemilu selanjutnya Jateng Kandang Gajah. Wes rasah kandang-kandang sing liyane. Tempatnya Gajah itu sekarang di sini. PSI hadir untuk masyarakat Jateng,” tegasnya.
Melihat ambisi Kaesang yang begitu besar. Pemgamat politik Jamiluddin Ritonga menilai, sebagai ketua umum partai memang sudah seharusnya memecut semangat kadernya untuk memenangkan kontestasi di wilayahnya. Dengan begitu, semua kader diharapkan akan terus bekerja untuk memenangkan partainya pada setiap pemilu.
“Kaesang tampaknya coba menanamkan optimistis dengan memberi target tinggi ke kadernya di Jawa Tengah. Meskipun semua orang tahu target menjadikan Jawa Tengah sebagai kandang gajah tidak realistis,” katanya melalui pesan singkat kepada fajar.co.id, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, hal itu terjadi karena tidak ada sosok di PSI yang punya nilai jual. Termasuk tentunya Kaesang sang ketua umum.
“Kaesang bisa jadi berupaya mengandalkan bapaknya, Joko Widodo. Namun nilai jual Jokowi sejak lengser dari presiden hingga sekarang juga terus melorot,” ujarnya.
“Bahkan dilihat dari trennya, nilai jual Jokowi akan sampai titik terendah pada tahun 2029. Karena itu, berharap Jokowi dapat mendongkrak suara PSI di Jawa tengah, apalagi menjadikan kandang Gajah, kiranya hanya mimpi di siang bolong,” lanjut Jamiluddin.
Jamiluudin menegaskan bila head to head dengan PDIP dengab PSI memang tidak setara. Membandingkan Kaesang dengan Megawati tentu layaknya seperti bumi dan langit.
“Kapasitas kadernya juga belum setara. Kader PDIP lebih ideologis dibandingkan kader PSI, sehingga berpeluang lebih diterima di Jawa Tengah,” terangnya.
“Selain itu, PDIP jauh lebih mengakar di Jawa Tengah. Hal ini membuat partai lain, apalagi PSI, akan sulit untuk menggusur PDIP dari Jawa Tengah,” pungkas Jamiluddin. (Pram/fajar)





